- Perum Bulog menargetkan pembangunan gudang baru di 100 lokasi, dengan 88 titik telah dinyatakan siap pada April 2026.
- Pembangunan gudang disesuaikan dengan tipologi dan potensi komoditas pangan di masing-masing daerah untuk mengoptimalkan penyimpanan hasil panen petani.
- Pelaksanaan proyek masih menunggu finalisasi teknis di 12 wilayah tersisa serta persetujuan resmi dari pemerintah dan kementerian terkait.
Suara.com - Perum Bulog berencana melakukan pembangunan gudang baru di berbagai daerah. Hingga kini, sebanyak 88 titik telah dinyatakan clear and clean dari total target 100 lokasi.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan, progres tersebut masih dalam tahap pembahasan teknis sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik di lapangan.
"Itu kan lagi dirapatin. Rapat teknis ini. Kami hari ini kalau kami sudah clear 88 titik nih. Sudah clear and clean. Tinggal 12 titik lagi nih," kata Rizal kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, 12 titik sisanya masih dalam proses finalisasi di tingkat kabupaten/kota. Targetnya, seluruh lokasi tersebut bisa segera ditetapkan agar pembangunan gudang dapat dilakukan secara menyeluruh.
"12 kabupaten/kota, ya. Yang belum clear. Kan targetnya 100, makanya dirapatin dulu teknis ini. Biar selesai jadi 100 totalnya," ujarnya.
Rizal menegaskan, gudang yang akan dibangun tidak bersifat seragam. Pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.
"Jadi, mengikuti tipologi wilayah masing-masing. Kalau potensinya dia jagung, ya jagung yang dibangun di sana infrastrukturnya. Kalau potensinya di sana padi ataupun gabah, gudang padi yang kita bangun dengan RMU-nya," jelasnya.
Ia mencontohkan, di daerah dengan produksi besar seperti Grobogan, pembangunan gudang baru menjadi penting karena kapasitas penyimpanan saat ini tidak lagi mampu menampung hasil panen petani.
Sementara di wilayah kepulauan seperti Natuna dan Anambas, pembangunan difokuskan pada gudang logistik karena tidak memiliki lahan sawah.
Baca Juga: Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog
"Di Natuna itu kan nggak ada sawah, ya. Oleh karena itu, dia perlu gudang doang," ucap Rizal.
Selain gudang, sejumlah lokasi juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti dryer, mesin penggilingan (rice milling unit), hingga alat packaging, tergantung pada komoditas unggulan daerah tersebut.
Sebelum pembangunan dimulai, seluruh rencana masih menunggu persetujuan pemerintah serta pertimbangan teknis dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Lah, kita kan harus persetujuan dari beliau dulu. Setelah diketok palu disetujui oleh Kemenko Pangan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
Program Motis 2026 Angkut 11.900 Motor dan 28 Ribu Penumpang
-
Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026
-
Jelang Panen Raya, KBI Perkuat Sistem Resi Gudang untuk Tahan Harga Gabah
-
Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486
-
Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan
-
Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram
-
Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Senin 8 Juni 2026
-
Bank Jakarta Pasang Target Jadi Financial Operating System, Bidik UMKM hingga Pembiayaan Rumah
-
EMAS Temukan Cadangan Baru, Tambang Emas Pani Bertambah 445 Ribu Ons
-
Musim Liburan Sekolah, Askrindo Siapkan Asuransi Kecelakaan untuk Wisatawan