Suara.com - Perusahaan asuransi dunia Sun Life Financial mengembangkan pasarnya di Indonesia dengan menginvestasikan sekitar 40 juta dolar AS tahun ini salah satunya untuk mendidik agen guna mendongkrak penetrasi asuransi.
"Jumlah populasi yang besar, GDP dan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang terus bertumbuh membuat kami sangat tertarik dengan potensi Indonesia," kata Presiden Sun Life Financial Asia, Kevin Strain di Denpasar, Kamis (3/3/3026).
Meski ekonomi dunia mengalami pelambatan, namun potensi di Indonesia yang besar dan keberadaan di industri asuransi tersebut selama hampir 120 tahun di Asia dan 20 tahun di Indonesia membuat perusahan yang berbasis di Kanada itu optimistis dengan pasar di Tanah Air.
"Justru saat ekonomi melemah, nasabah perlu proteksi," ucap pria yang mengagumi budaya Bali itu.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Elin Waty menambahkan bahwa jumlah agen asuransi dari perusahaan tersebut saat ini mencapai 10 ribu orang atau melonjak 11 persen dibandingkan tahun lalu.
Meski jumlah agen melonjak, namun pertumbuhan literasi asuransi di masyarakat masih tergolong rendah.
Di Provinsi Bali misalnya meski dikenal sebagai daerah pariwisata dunia yang potensial menumbuhkan industri asuransi, namun tingkat kesadaran memiliki asuransi masih rendah.
Elin mengutip data Otoritas Jasa Keuangan yang mengungkapkan bahwa baru 20 persen penduduk di Bali memiliki asuransi.
"Minimnya jumlah agen asuransi yang berkualitas tinggi disinyalir sebagai salah satu penyebab rendahnya penetrasi asuransi," ujar Elin.
Untuk itu, pihaknya membuka pusat pengembangan dan rekrutmen agen asuransi (ARDC) yang berlokasi di Jalan Puputan Renon, Denpasar.
Lebih dari tiga ribu agen akan dibekali dengan pelatihan khusus dalam memberikan saran keuangan di kantor yang baru diresmikan tersebut.
Secara nasional, Elin lebih lanjut mengungkapkan bahwa Bali berkontribusi cukup tinggi di perusahaan tersebut yakni 28 persen premi baru dari produk keseluruhan selama tahun 2015.
"Dengan adanya kantor ini kami harapkan ada peningkatan lebih besar," ucapnya. (Antara)
Berita Terkait
-
BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026
-
Seberapa Penting Asuransi Perjalanan di Era Serba Mobile? Ini Penjelasannya
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
-
Cegah Pialang Bodong, OJK Luncurkan QR Code untuk Verifikasi STTD Asuransi
-
Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz