Suara.com - Memiliki investasi di berbagai bidang dan aset memang penting, khususnya bila investasi tersebut memiliki nilai yang baik sepanjang periode investasi. Menabung merupakan salah satu cara berinvestasi, namun nilainya terlalu kecil dan hanya cocok untuk jangka pendek.
Dengan kondisi ekonomi rupiah terhadap dolar yang makin melemah belakangan ini dan hanya menguat beberapa saat dan sementara membuat orang banyak menyimpan uangnya bukan lagi dalam tabungan melainkan di instrumen investasi salah satunya emas.
Ada banyak jenis investasi yang dapat Anda pilih, untuk sebelum berinvestasi ada baiknya Anda memahami jenis investasi apa saja yang prospeknya cerah, antara lain:
Investasi Dalam Bentuk Emas
Emas merupakan sebuah benda berharga yang berwarna kekuningan dan memiliki nilai yang relatif meningkat dalam jangka panjang. emas ada yang berbentuk perhiasan dan ada pula yang berbentuk logam utuh seperti logam mulia. Keduanya memiliki nilai investasi dan fungsinya masing-masing. Misalnya emas perhiasan selain memiliki nilai investasi yang baik dapat berfungsi juga sebagai perhiasan.
Namun memiliki nilai penyusutan jika dijual kembali walaupun tidak besar nilai penyusutannya. Berbeda halnya dengan emas utuh seperti logam mulia yang nilainya baik untuk berinvestasi dan tidak mengalami penyusutan secara signifikan bila dijual kembali. Akan tetapi untuk meraih keuntungan yang besar investasikan emas minimal 4 hingga 5 tahun.
Investasi Properti
Sektor properti merupakan salah satu instrumen investasi yang sangat menguntungkan karena nilainya yang cenderung naik setiap tahunnya, bahkan kenaikannya dapat melebihi suku bunga obligasi dan deposito. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang akan menurunkan suku bunga pinjaman akan membawa pengaruh baik untuk sektor properti dimana permintaan akan perumahan pribadi layak huni akan semakin banyak.
Sebagai contoh perumahan subsidi akan semakin meningkat karena metode pembayaran uang muka mengambil rumah pun saat ini sudah berubah dan menjadi lebih terjangkau. Oleh karena itu investasi pada sector property ini memang akan selalu populer, karena dengan semakin banyaknya penduduk Indonesia membuat para developer perumahan pun membangun lebih banyak lagi perumahan siap huni.
Investasi Saham
Berinvestasi di saham memang keuntungannya jauh lebih besar dibandingkan dengan properti. Namun dibalik keuntungan cukup menggiurkan tersebut investasi di saham memiliki risiko yang cukup tinggi, oleh karena itu hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki profil berani ambil resiko saja yang dapat berinvestasi di sektor saham, dan mampu menghitung risiko dari keputusan yang diambil.
Selain itu masyarakat yang berminat berinvestasi disektor ini harus memahami bahwa investasinya akan bergerak naik namun dalam jangka panjang kedepannya. Sebagai contoh bila mengacu dari data yang dimiliki Bursa efek Indonesia atau BEI bahwa nilai indeks harga saham gabungan mengalami peningkatan cukup baik sekitar 18% dalam rentang waktu tahun 1977 hingga 2013. Itulah sebabnya dalam berinvestasi di saham tidak bisa langsung mengambil kesimpulan rugi atau tidaknya apabila baru menjalankannya beberapa tahun saja.
Investasi pada Reksadana
Untuk instrumen investasi di reksadana merupakan jenis investasi yang menguntungkan dengan risiko rendah hingga menengah. Artinya nasabah tetap akan dapatkan keuntungan sesuai perjanjian walaupun kondisi ekonomi sedang tidak stabil. Jenis investasi yang memanfaatkan beragam surat berharga yang bernilai seperti surat hutang Negara atau Suku, kemudian Obligasi, serta pasar uang dan masih banyak lagi.
Pelajari Lebih Lanjut Investasi yang Anda Pilih
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan
-
Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi
-
WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat
-
Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas
-
Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik