Suara.com - Krisis listrik di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menimbulkan dampak sangat luas. Bahkan tidak sedikit investor batal berinvestasi karena tidak adanya ketersediaan pasokan listrik.
"Kita sangat rugi. Ada beberapa investor mau membangun hotel dan mal, tapi mereka menanyakan kesanggupan penyediaan daya listrik. Saya bilang itu kewenangan PLN. Pemerintah daerah hanya mengupayakan mengusulkan penambahan daya," kata Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi di Sampit, Kamis (31/3/2016).
Kekurangan pasokan listrik masih menjadi momok pemerintah daerah dan masyarakat Kotawaringin Timur (Kotim). Seperti saat ini, sudah sebulan lebih pemadaman bergilir terjadi sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
Kelistrikan Kotawaringin Timur menjadi bagian jaringan interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Akibatnya jika terjadi gangguan pembangkit di Kalimantan Selatan, maka pasokan listrik di daerah ini juga akan terganggu. Pembangkit listrik tenaga diesel yang ada di Sampit juga tidak mampu memasok seluruh kebutuhan.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kekurangan daya ini memang dirasa sangat menghambat perekonomian. Sementara jika menggunakan genset, pengusaha mengeluh karena biaya yang dikeluarkan sangat tinggi.
Masalah ini sudah menjadi perhatian pemerintahan Supian Hadi sejak periode pertama. Supian juga menyesalkan mandegnya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Bagendang Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang sebelumnya dijanjikan selesai 2014 lalu.
Kini pemerintah daerah berusaha mencari perusahaan yang mau berinvestasi di bidang kelistrikan di daerah ini.
"Alhamdulillah dalam beberapa hari ini akan ada investor. Ada beberapa investor dari Jakarta melalui kawan di Palangka Raya dan Korea Selatan menggunakan solar cell. Mungkin dalam minggu ini mereka datang," ujar Supian.
Dia berharap masalah krisis listrik ini segera teratasi. Dia juga menganggap wajar aksi yang dilakukan masyarakat memprotes pemadaman listrik karena memang dirasakan sangat mengganggu. Krisis listrik harus segera diatasi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
-
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya