Suara.com - Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di Bali pada triwulan IV-2015 menunjukkan pertumbuhan harga di pasar primer meskipun sedikit melambat dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya.
"Indeks harga properti residensial Provinsi Bali pada triwulan IV-2015 tercatat sebesar 183,8 atau naik 0,34 persen, lebih rendah dibanding kenaikan indeks pada triwulan sebelumnya sebesar 0,62 persen," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Dewi Setyowati, di Denpasar, Selasa (5/4/2016).
Ia menyebutkan, beberapa faktor yang mendorong kenaikan pertumbuhan harga properti residensial primer pada triwulan IV-2015 adalah kenaikan harga bahan bangunan sebesar 28,85 persen, kenaikan upah pekerja 26,92 persen, kenaikan harga bahan bakar minyak 19,23 persen, dan biaya perizinan yang mahal mencapai 15,38 persen.
Secara tahunan (yoy), pertumbuhan harga properti residensial primer pada triwulan IV-2015 juga mengalami peningkatan sebesar 1,77 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III-2015 yakni sebesar 2,72 persen (yoy).
Dewi menambahkan, dilihat dari tipe rumah, perlambatan kenaikan harga hampir terjadi pada semua jenis tipe rumah.
Sedangkan peningkatan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe menengah yang tumbuh sebesar 2,21 persen (yoy), dan peningkatan terendah terjadi pada rumah tipe besar yang tumbuh sebesar 1,43 persen (yoy).
Secara triwulanan, kenaikan harga terjadi pada tipe rumah menengah dan besar.
Peningkatan harga tertinggi terjadi pada rumah tipe menengah dengan kenaikan sebesar 0,89 persen (qtq).
Sedangkan untuk tipe besar mengalami peningkatan harga sebesar 0,13 persen (qtq) dan tipe kecil tidak mengalami kenaikan harga.
Dewi menjelaskan, hasil survei pada triwulan IV-2015 mengkonfirmasi bahwa dana internal perusahaan dan pembiayaan bank tetap menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial dengan share masing-masing mencapai 39 persen dan 53 persen.
Komposisi pembiayaan sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan III-2015 yang tercatat sebesar 36 persen (komposisi dana internal) dan 51 persen (komposisi pembiayaan dari bank).
Begitu pula komposisi pembiayaan dari konsumen melalui "downpayment" hanya sebesar empat persen, lebih rendah dari triwulan III-2015 yang tercatat 7,95 persen.
Dia mengatakan, dari sisi konsumen, fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama pembiayaan konsumen untuk semua jenis tipe rumah.
Sedangkan untuk jenis tipe rumah kecil, jumlah konsumen yang menggunakan pembiayaan KPR mencapai 71,33 persen, lebih rendah dari triwulan III-2015 sebesar 79,33 persen.
Pada tipe rumah menengah, komposisi pembiayaan dengan KPR mencapai 70,29 persen, lebih rendah dari triwulan III-2015 yang sebesar 78,67 persen.
Komposisi pembiayaan KPR untuk tipe rumah besar mencapai 64,55 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei triwulan III-2015 sebesar 60 persen.
Tunai bertahap menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang dipilih konsumen, khususnya untuk perusahaan-perusahaan properti dengan modal besar yang memberikan fasilitas cicilan secara bertahap kepada konsumen dengan jangka waktu 12 hingga 18 bulan.
Perlambatan perkembangan properti residensial pada periode triwulan IV-2015 juga diperlihatkan oleh perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan.
Perkembangan KPR pada triwulan IV-2015 tercatat Rp 11,59 triliun, atau tumbuh sebesar 6,17 persen (yoy).
Pertumbuhan penyaluran KPR tersebut tumbuh melambat jika dibandingkan dengan triwulan III-2015 yang tumbuh sebesar 7,50 persen (yoy), dan dibandingkan triwulan IV-2014 yang tumbuh sebesar 15,02 persen (yoy).
Perkembangan properti di Provinsi Bali diperkirakan akan mulai membaik pada triwulan I-2016, ditunjukkan dengan perkiraan pertumbuhan harga properti residensial yang lebih tinggi yakni sebesar 1,11 persen (qtq).
Peningkatan harga properti residensial tertinggi (secara triwulanan) diperkirakan terjadi pada jenis rumah tipe menengah yang mencapai 1,78 persen (qtq), sedangkan untuk tipe rumah kecil dan besar masing-masing meningkat sebesar 0,72 persen (qtq) dan 0,83 persen (qtq).
Peningkatan juga ditunjukkan oleh pertumbuhan tahunan harga properti residensial yang juga menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi.
Pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan I-2016 diperkirakan sebesar 2,63 persen (yoy), tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2015 yang sebesar 1,77 persen (yoy), ujar Dewi Setyowati pula. (Antara)
Berita Terkait
-
Jadwal Operasional BRI Wilayah Bali saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026
-
Takbiran Bareng Nyepi, Habib Jafar Ingatkan Toleransi Bagian Ajaran Islam
-
Cuma di Bali! Saat Nyepi, Bandara Internasional Bisa Tutup Total Seharian
-
BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026
-
Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
-
Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai
-
Hadapi Krisis Minyak, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Produksi Batu Bara
-
Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
-
Awas, Ada Potensi Lonjakan Harga Barang Pokok Sehabis Lebaran
-
Tarif LRT Jabodetabek Cuma Rp1 Selama H1 dan H2 Lebaran 2026
-
Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri
-
Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah
-
Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan
-
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV