Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis kinerja perusahaan tercatat atau emiten pada tahun 2016 ini akan positif seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dapat di atas 5 persen atau lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,79 persen.
"Pada 2015, di atas 75 persen emiten di BEI masih membukukan keuntungan, memang ada yang turun dan terasa agak besar yakni di sektor komoditi. Sementara pada 2016, kita yakin ekonomi di atas 5 persen, saya percaya itu," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Rabu (13/4/2016).
Ia mengatakan bahwa kebijakan pemangkasan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 6,75 persen, serta adanya harapan dana masuk menyusul kebijakan pemerintah yang akan memberikan pengampunan pajak atau "tax amnesty", merupakan salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Tax amnesty Insya Allah berhasil, dengan begitu akan ada banyak dana masuk ke Indonesia sekitar Rp3.000 triliun yang dapat digunakan pemerintah untuk infrastruktur yang akhirnya menopang ekonomi. Dana yang masuk itu juga berpotensi ditempatkan di pasar modal," kata Dirut BEI.
Di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi itu, Tito Sulistio mengatakan bahwa akan mendorong perusahaan di dalam negeri mencari pendanaan untuk ekspansi, salah satunya melalui pasar modal yakni dengan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).
"Ada sekitar 6--7 perusahaan yang sedang dalam proses IPO, yang antri ada sekitar 40-an perusahaan. Tapi itu kan ada yang kadang-kadang prosesnya tidak sesuai atau tidak cocok tawar-menawar harga sahamnya, tapi kita masih optimis," paparnya. (Antara)
Berita Terkait
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topcer
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang