Suara.com - Menteri BUMN Rini Soemarno mengapresiasi peluncuran pemasaran digital oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam rangka memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah itu.
"Ini merupakan sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah. Jadi sudah tidak ada sekat antara BUMN dan pemda, semuanya bekerja untuk kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini adalah UMKM," ujarnya saat peluncuran Banyuwangi Mall di Banyuwangi, Rabu sore (20/4/2016).
Pemkab Banyuwangi meluncurkan "digital market place" yang merupakan situs belanja khusus bagi pelaku UMKM Banyuwangi yang beralamatkan di www.banyuwangi-mall.com.
Program ini digagas Pemkab Banyuwangi dengan menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Banyuwangi menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memfasilitasi penjualan produk UMKM-nya sacara digital dan terintegrasi.
Pada acara yang dihadiri Dirut BNI Achmad Baiquni itu, Rini mengaku bangga karena hanya dua jam setelah diluncurkan pada Rabu sore, telah terjadi hampir 200 transaksi senilai Rp51 juta dengan pembeli dari berbagai kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Menurut dia, itu adalah angka yang bagus untuk kelas UMKM lokal. Salah satu pembelinya adalah warga Surabaya, Suraida. Pada data di administrator Banyuwangi-Mall.com tercatat pada Rabu sore Suraida membeli tas kulit buatan UMKM Banyuwangi seharga 750 ribu.
"Semakin banyak produk terjual tentunya semakin bagus. Ke depan saya yakin transaksi makin besar karena jumlah UMKM yang masuk di situs ini akan terus bertambah. Tadi Pemkab Banyuwangi bilang menargetkan 3.000 UMKM bisa masuk sini. Untuk tahap awal, sekarang baru ada 156 item produk," ujar Rini.
Dia juga memuji sistem pembelian yang simpel dan berkelas layaknya situs belanja nasional dan luar negeri. "Ini terobosan virtual yang sangat signifikan buat UMKM lokal," kata Rini.
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, situs ini merupakan salah satu upaya berkesinambungan yang dilakukan BNI untuk meningkatkan akses pelaku UMKM ke jalur pemasaran dalam jaringan (e-commerce).
"Situs ini membantu UMKM mengembangkan pasar bagi produk-produknya. Banyuwangi-mall.com diharapkan menjadi pasar di dunia maya bagi produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha asal Banyuwangi," katanya.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan inisiatif ini merupakan dukungan pemerintah untuk mengembangkan UMKM, terutama dari aspek pemasaran.
"Platform ini diharapkan bisa mendorong terwujudnya ekosistem digital bagi UMKM lokal. UMKM Banyuwangi bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan 'market place' ini," ujarnya.
Alasan menggandeng bank, menurut dia, karena akan sangat mahal kalau harus berpromosi sendiri. "Dengan BNI, situs belanja ini bakal terpromosikan secara otomatis ke puluhan juta nasabah BNI tanpa kita harus susah payah promosi sendiri," katanya.
Pemasaran berbasis dalam jaringan (daring), kata Anas, kini menjadi kebutuhan wajib untuk mendongkrak daya saing UMKM. Saat ini jumlah pengguna internet (netizen) terus meningkat dan mencapai lebih dari 85 juta.
Berdasarkan riset Brand & Marketing Research (BMI), diperkirakan 24 persen pengguna internet di Indonesia adalah penyuka belanja online. Tahun 2014 nilai transaksi belanja online di Indonesia Rp21 triliun, dan tahun 2015 lalu diprediksi naik dua kali lipat hingga hampir Rp50 triliun.
Produk yang ditawarkan lewat *market place* ini antara lain sektor pariwisata yang menawarkan paket perjalanan ke sejumlah destinasi wisata Banyuwangi, produk perikanan yang menjual berbagai olahan ikan seperti sarden dan ikan asin.
Selain itu, ada produk pertanian dan olahannya, serta beragam kerajinan khas Banyuwangi. "Tak lupa, beragam batik khas Banyuwangi juga dipasarkan," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
-
Kejari Bogor Bidik Tambang Emas Ilegal, Isu Dugaan 'Beking' Aparat di Gunung Guruh Kian Santer
-
Perjuangan Masyarakat Sukomade: Berkawan dengan Alam Meski Minim Perhatian
-
Masyarakat Sukamade: Penjaga Konservasi Penyu di Pantai Selatan Banyuwangi
-
Nelayan Banyuwangi dan Perjuangan Menjaga Laut dari Kerusakan
-
Nelayan Pancer Beradaptasi dengan Teknologi yang Melindungi
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Diizinkan DPR, Purbaya Bakal Cawe-cawe Pantau Anggaran Kementerian-Lembaga 2026
-
Prediksi Harga Bitcoin dan Ethereum Tahun 2026 Menurut AI
-
Libur Nataru 2025/2026, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Naik 6,57 Persen
-
Chandra Asri Group Tuntaskan Akuisisi Jaringan SPBU Esso di Singapura
-
Pembayaran Digital Meningkat, Gen Z Mulai Pilih untuk Berbisnis
-
Purbaya Tarik Dana SAL Rp 75 T dari Perbankan demi Belanja Pemerintah
-
Wamendag Cek Minyakita di Pasar Jakarta, Harga Dijual di Bawah HET
-
Harga Perak Melemah Tipis Awal Tahun 2026, Aksi China Bisa Picu Kenaikan Lagi?
-
Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 5,2 Persen, Optimistis 6 Persen di 2026
-
Harga BBM SPBU Shell, Vivo, BP Serentak Turun, Ini Daftarnya