Bisnis / Makro
Kamis, 05 Mei 2016 | 12:44 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pemerintah daerah didorong untuk memperbanyak berbagai program fasilitasi pemasaran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk pengembangan dan peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

"Pemerintah daerah harus memfasilitasi sektor pemasaran UKM dengan membuat pameran, workshop dan membuat promosi kerajinan rakyat daerah," kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (5/5/2016).

Menurut dia, masalah pemasaran, disamping persoalan modal, merupakan masalah-masalah klasik yang kerap ditemui sentra-sentra kerajinan rakyat.

Permasalahan tersebut, lanjutnya, merupakan hal yang harus menjadi perhatian kepala daerah dan anggota dewan baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Pemerintah daerah harus mengupayakan pertemuan antara penjual dan pembeli kerajinan. Pemerintah daerah juga bisa membeli produk kerajinan untuk kepentingan daerah misal untuk taman-taman atau interior dan eksterior bangunan pemda," katanya.

Ketua MPR menegaskan, pemerintah daerah harus melakukan itu karena rakyat adalah sangat berdaulat dan jangan sampai bila telah terpilih kemudian melupakan rakyat karena hal itu dinilai sama saja dengan berkhianat kepada rakyat.

Sebelumnya, Pengurus Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengungkapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi nasional karena berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 57 persen.

"Dari 125 juta tenaga kerja yang ada saat ini, 118 juta orang di antaranya berasal dari sektor UMKM," kata Anggota KEIN Irfan Wahid.

Irfan menjelaskan UMKM yang berkembang di Indonesia sebagian besar bergerak dalam usaha kreativitas atau kerajinan.

Namun, UMKM masih menghadapi kendala untuk bisa maju dan berkembang seperti masalah minimnya permodalan dan jaringan pemasaran.

"Ada lima masalah yang meski kita carikan solusi bagi perkembangan UKMN terutama yang bergerak dalam industri kreatif seperti kerajinan. Lima masalah itu antara lain kurangnya SDM, minimnya inovasi, minimnya ilmu branding (packaging dan marketing), terbatasnya networking serta minimnya akses permodalan," tambahnya.

Menurut Irfan, butuh kesamaan visi dalam menumbuhkembangkan budaya kreatif di masyarakat. Oleh karenanya, pendidikan sejak dini dan masuk dalam kurikulum sekolah sangatlah diperlukan guna pengembangan UMKM kreatif. (Antara)

Load More