Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendesak pemerintah perlu adanya mendorong Bahan Bakar Nabati (BBN) memiliki keberpihakan regulasi kepada pengusaha niaga umum yang skala kecil dan menengah. Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI, Gafur Masud menyatakan jika pengusaha didukung oleh pemerintah maka peluang bisnis hilir ini akan semakin mudah digerakkan.
“Sebagai penunjang produksi BBN, pemerintah perlu memberikan subsidi kepada pengusaha niaga skala kecil dan menengah, insentif pajak, dan penetapan kewajiban minimal wajib pada sektor industri, transportasi, dan komersial,” ujar Gafur, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI di Jakarta, Rabu (11/5/2016).
CEO Petro Perkasa Indonesia menilai insentif khusus yang diberikan bagi pengembangan bahan bakar nabati ini untuk menekan suplai besar- besaran bahan baku BBN ke luar negeri.
Lebih lanjut Gafur menyebutkan insentif lain yang perlu diterapkan oleh pemerintah adalah dengan membuka akses perbankan agar pelaku usaha skala kecil dan menengah lebih mudah mendapatkan modal.
“Jika akses perbankan sudah mudah, dukungan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah dukungan pemerintah untuk penelitian dan pengembangan bahan bakar nabati. Pengembangan BBN di Indonesia ini masih terbilang rendah, jadi tak heran bila penggunaannya juga masih rendah,” pungkasnya.
Ketua BPP HIPMI Bidang Energi, Sumberdaya Mineral dan Lingkungan Hidup, Andhika Anindyaguna mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara pemgimpor minyak terbesar di dunia. Dengan jumlah konsumsi yang sangat tinggi, dapat mengancam keberlangsungan bahan bakar minyak (BBM).
“Perlu ada terobosan supaya ketergantungan BBM khusunya fosil bisa dikurangi dan beralih ke bahan bakar nabati,” ujar Andhika yang juga Presiden Sugih Energy.
Untuk dapat mengembangkan bahan bakar nabati di Tanah Air, Andhika mengatakan perlu peran serta pemerintah dalam menerapkan kebijakan atau insentif baru khususnya bagi para pengusaha agar memiliki daya tarik dalam berinvestasi.
“Semua stakeholder harus saling mendukung, peran pemerintah mendukung pengusaha ini harus disinergikan agar pemanfaatan energi terbarukan ini bisa maksimal,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Krisis Bahan Bakar sebagai Dampak Perang, Energi Terbarukan Menjadi Solusi?
-
5 Rekomendasi Regulator Gas Double Lock, agar Masak Lebih Irit Bahan Bakar
-
HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel
-
Stok Bahan Bakar Tinggal 45 Hari Lagi! Filipina Tetapkan Status Darurat
-
Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan