Meski dalam semester satu kondisi perekonomian di Indonesia sudah mulai terlihat ada perbaikan, ternyata pemerintah masih takut dengan kondisi perekonomian global yang bisa memberikan dampak negatif bagi perekonomian di Indonesia.
Saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi XI yang membahas soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P 2016), Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan sedikitnya ada tiga hal yang harus diwaspadai oleh Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.
"Pertama adalah risiko melambatnya perekonomian Cina yang pertumbubannya diperkirakan hanya 7 persen. Kenapa harus diwaspadai, karena Cina ini mitra dagang Indonesia, terutama di komoditas. Kalau Cina melambat, pasti permintaan komoditas akan mengalami perlambatan," kata Bambang di DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (6/6/2016).
Kedua, lanjut Bambang, melemahnya harga komoditas dipasar global yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kinerja ekspor Indonesia. Lantaran, komoditas menjadi penggenjot kinerja ekspor Indonesia.
"Karena rata-rata harga komoditas semuanya menurun dan belakangan juga ditambah dengan penurunan harga minyak bumi. Ini kita harus waspadai agar tidak terlalu jatuh," ungkapnya.
Ketiga, isu kenaikan suku bunga bank setral Amerika Serikat atau Fed Rate yang sudah mulai berhembus sejak sebulan lalu.
"Awalnya kan memang The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya,tapi seiring dengan berjalannya waktu, data-data mereka menunjukkan adanya perbaikan. Kalau mereka naik, maka ini akan mempengaruhi arus modal di negara emerging, termasuk Indonesia. Nggak tahu kenaikkannya sekali atau dua kali ini harus di waspadai," tegasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Suruh Anak Buah Cek Pasar buat Buktikan Tudingan Krisis Ekonomi
-
Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada
-
Ekonomi Indonesia Baik-Baik Saja, Tapi Kenapa Dompet Kita Terasa 'Sekarat'?
-
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
-
Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan