Komisi IV DPR RI menyetujui usulan penyertaan modal negara (PMN) yang diusulkan Perum Bulog sebesar Rp2 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (RAPBN-P) 2016.
Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo dalam rapat dengar pendapat dengan Bulog di Jakarta, Kamis (16/6/2016) mengatakan PMN akan digunakan untuk peningkatan dan penambahan infrastruktur BUMN tersebut. "Komisi IV menyetujui usulan Perum Bulog untuk PMN sebesar Rp2 triliun yang akan digunakan untuk peningkatan dan penambahan infrastruktur, termasuk di dalamnya pembangunan Modern Rice Milling Plant (MRMP) atau penggilingan beras modern," kata Edhy.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menjelaskan PMN sebesar Rp2 triliun itu dibutuhkan perusahaan untuk melakukan sejumlah perbaikan dan peningkatan kapasitas.
Perusahaan pelat merah itu juga berencana untuk membangun MRMP dengan kapasitas 1 juta ton per tahun setara gabah kering panen (GKP) di sentra-sentra produksi di seluruh Indonesia.
"PMN ini juga akan digunakan untuk pembangunan 16 mesin 'rice to rice', pembangunan 11 'drying center' dan 64 'silo' jagung di sentra produksi jagung serta pembangunan 13 unit gudang penyimpanan kedelai di sentra produksi kedelai," katanya. Djarot meyakini PMN itu akan memberikan manfaat baik bagi perusahaan maupun bagi pemerintah. Selain melaksanakan amanat UU No. 18/2012 tentang Pangan dan Perpres 48/2016 tentang Penugasan Perum Bulog, kucuran dana PMN dinilai dapat menambah infrastruktur pengelolaan komoditas pangan strategis serta meningkatkan pangsa pasar perusahaan.
Sedangkan bagi pemerintah, PMN yang digunakan untuk menambah fasilitas pascapanen dinilai dapat meningkatkan ketersediaan cadangan pangan, menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan kualitas dan efektivitas program raskin, meningkatkan pendapatan negara dan mendorong kepercayaan masyarakat atas perbaikan kualitas raskin.
Sebelumnya, Bulog berencana untuk menggunakan PMN untuk dijadikan modal kerja. Namun, kemudian perusahaan itu mengubah rencana dan akan menggunakannya untuk membangun fasilitas pascapanen.
Perusahaan itu menghitung dibutuhkan dana hingga Rp2,3 triliun untuk membangun seluruh fasilitas tersebut. Ada pun tambahan dana akan diupayakan dari kas internal perusahaan. (Antara)
Berita Terkait
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
BPK Apresiasi Kinerja Bulog, Capaian Pengadaan Gabah dan Beras Dalam Negeri Tembus 77 Persen
-
BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel
-
Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul
-
BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025