Sehubungan dengan rencara PT Angkasa Pura II mengoperasikan Terminal 3 dalam waktu dekat, maka Perum DAMRI sebagai salah satu penyedia transportasi antar moda di Bandara SoekarnoHatta
siap ambil bagian untuk menyukseskan rencana tersebut.
"Saat ini Perum DAMRI sedang melaksanakan proses pengadaan 30 unit bus baru merek Mercedez type Euro III yang akan dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta menggantikan bus yang usianya lebih dari lima tahun. Ini sebagai wujud komitmen Perum DAMRI menyediakan sarana transportasi yang berstandar internasional," kata Sekretaris Perusahaan DAMRI, Arifin dalam keterangan resmi, Sabtu (6/8/2016).
Disamping itu, beberapa waktu yang lalu Perum DAMRI juga telah meluncurkan lima unit bus baru berbahan bakar gas sebagai dukungan tehadap program langit biru dan transportasi yang ramah lingkungan.
Saat ini bus DAMRI yang melayani berjumlah 272 unit, dimana 50 persen diantaranya berumur kurang dari dua tahun, 17 persen berumur 3-5 tahun dan selebihnya berumur lebih dari 5 tahun. Bus yang beroperasi tersebut dilengkapi dengan fasilitas CCTV, Wi-fi, Recleaning Seat, Apar dan Pemecah Kaca, Panduan Doa dalam Perjalanan dan Buku Tanggap Darurat.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, di setiap keberangkatan dari terminal maupun keluar dari bandara, awak bus memberikan sambutan (greeting) dan memasang label pada barang bawaan penumpang yang disimpan dalam bagasi. Selain itu, saat ini sedang dalam uji coba Fleet Management System, Passenger Information system, Thermal base Passenger Counter dan e-ticketing.
Trayek yang dilayani sebanyak 22 trayek yaitu Bandara Soekarno-Hatta ke Gambir, Kampung Rambutan, Tanjung Priok, Serang, Blok M, Bogor, Cikarang, Karawang, Purwakarta, Kemayoran, Rawamangun, Pasar Minggu, Mangga Dua, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Harapan Indah, Lebak Bulus, Pramuka City, Cibinong, Karawaci, Pulo Gebang dan Serpong.
Pada musim haji tahun 2016 / 1437 H ini, Perum DAMRI ikut andil dalam penyiapan sarana transportasi bagi pada Jemaah Haji dari tujuh embarkasi/debarkasi yaitu Banda Aceh, Palembang, Jakarta, Surabaya, Mataram, Makassar dan Banjarmasin. Jumlah Jemaah Haji yang rencananya akan diangkut sebanyak 297.688 orang terdiri dari 62.880 orang dalam 160 kloter dari PT. Garuda Indonesia dan 134.808 orang dalam 318 kloter dari PT. Ayuberga.
Untuk melayani Jemah Haji dari PT Garuda Indonesia, Perum DAMRI menyiapkan 45 unit bus dan 10 unit mobil barang, sedangkan untuk Jemaah Haji dari PT. Ayuberga akan diangkut dengan 64 unit bus dan 16 unit truk.
"Penyelenggaraan angkutan Jemaah Haji untuk Phase I (Keberangkatan) akan dimulai pada tanggal 9 Agustus s.d. 5 September 2016, sedangkan Phase II (Kemulangan) akan dilaksanakan pada tanggal 17 September sampai dengan 15 Oktober 2016," tutup Arifin.
Berita Terkait
-
Angkasa Pura II Klarifikasi Berita Bohong Soal Bandara Soetta
-
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Dapat Segera Dioperasikan
-
AirNav Indonesia Siap Berikan Layanan Navigasi di Terminal 3
-
Terminal Ultimate Soekarno-Hatta Dioperasikan 17 Agustus
-
Tangki Melintang di Tol JORR KM 16, Arah Bandara Macet Total
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak