- Rugi Masif: PMMP menderita rugi bersih USD122,9 juta pada 2025, berbanding terbalik dari laba tahun 2024.
- Pendapatan Anjlok: Penjualan bersih PMMP terjun bebas 61,76%, dipicu anjloknya ekspor udang Vannamei & Salmon.
- Ekuitas Negatif: PMMP alami defisiensi modal USD30,4 juta akibat beban membengkak dan utang yang tinggi.
Suara.com - Kinerja keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten pengolah makanan beku berbasis udang yang terafiliasi dengan putra bungsu Presiden ke-7 RI, Kaesang Pangarep, kian mengkhawatirkan. Sepanjang tahun buku 2025, perseroan mencatatkan rapor merah yang sangat dalam.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dirilis Selasa (10/2/2026), PMMP menderita rugi bersih sebesar USD122,92 juta (setara Rp1,93 triliun dengan asumsi kurs Rp15.700/USD). Kondisi ini berbalik drastis dibandingkan tahun 2024 yang masih membukukan laba bersih sebesar USD81,24 ribu.
Penyebab utama jebloknya kinerja PMMP adalah anjloknya angka penjualan bersih sebesar 61,76%. Perseroan hanya mampu meraup pendapatan sebesar USD71,83 juta, terjun bebas dari perolehan tahun sebelumnya yang mencapai USD187,87 juta.
Lini bisnis utama perseroan kompak rontok dimana produk udang vannamei merosot 65,99% menjadi USD58 juta (sebelumnya USD170,56 juta), udang black tiger terpangkas 56,89% menjadi USD3,15 juta dan produk udang salmon anjlok paling tajam hingga 495,8%, menyisakan USD439 ribu.
Tak hanya pendapatan yang seret, PMMP juga dihantam lonjakan beban lain-lain yang tidak wajar. Pos beban ini membengkak hingga 79.153% menjadi USD84,14 juta dari sebelumnya hanya USD106 ribu. Alhasil, perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar USD122,83 juta.
Kondisi neraca keuangan PMMP pun kini berada di zona merah. Per Desember 2025, total aset menyusut 26,35% menjadi USD220,73 juta. Sementara itu, jumlah liabilitas (utang) melonjak hingga USD257,13 juta.
Situasi ini memaksa PMMP mencatatkan defisiensi modal alias ekuitas negatif sebesar USD30,4 juta. Padahal pada 2024, posisi ekuitas perseroan masih positif di angka USD81,32 juta. Kondisi ekuitas negatif ini biasanya menjadi sinyal kuning bagi bursa terkait keberlangsungan usaha (going concern) suatu emiten.
Adapun Kaesang memiliki PMMP melalui PT Harapan Bangsa Kita dengan kepemilikan 7,27%. Sementara itu, penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham PMMP adalah Soesilo Soebardjo. Dia mengendalikan PMMP melalui PT Tiga Makin Jaya dengan kepemilikan 34,7% dan secara langsung sebesar 22,41% per 31 Juli 2025.
Baca Juga: Pengamat: Pernyataan 'Peras Darah' Kaesang Adalah Mekanisme Proteksi Diri Keluarga Jokowi
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Syarat Jadi Bos OJK: Bukan Pengurus Partai dan Tidak Pernah Dipidana!
-
Dilema Diskon Tiket Lebaran: Saat Pemerintah Kalah Cepat dari Tombol "Checkout" Pemudik
-
BCA Syariah Catat Laba Rp212 Miliar, Ini Pendorongnya
-
PLN Mobile dan Ekosistem EV: Jalan Baru Layanan Kelistrikan di Era Transisi Energi
-
Pendaftaran Calon Ketua OJK Dibuka, Menkeu Purbaya Jadi Ketua Pansel
-
Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini
-
Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah
-
Target Harga BBTN, Usai Laba Bersih Saham BTN Lampaui Ekspektasi
-
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775
-
IHSG Betah di Level 8.100 pada Rabu Pagi, Cek Saham-saham Pilihan