Suara.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong mengatakan masih menunggu arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan terkait penawaran berinvestasi di Natuna kepada pengusaha asing.
"Belum, saya masih tunggu arahan bapak menko," kata Tom saat ditemui di kantor BKPM, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).
Beberapa waktu yang lalu, Luhut mengajak pengusaha asing menanamkan modal di Natuna karena pulau ini memiliki hasil tangkapan ikan satu juta ton per tahun.
Luhut juga meminta agar BKPM merevisi Daftar Investasi Negatif di Natuna agar investor menjadi mudah menanamkan modal di sana. Menanggapi hal ini, Tom mengatakan revisi DNI akan didiskusikan kembali dengan kementerian terkait.
"Ya pasti kita koordinasikan dulu sama Menko Perekonomian, perhubungan, KKP dan kementerian terkait. Jadi semua harus sinkron jangan jalan sendiri-sendiri," kata dia.
Sebelumnya, keinginan Luhut ditolak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi sampai mengancam mundur dari kementerian jika Natuna diberikan kepada pengusaha asing. Sebab, kebijakan penutupan usaha perikanan tangkap bagi investor asing selama ini memberikan dampak positif bagi kepentingan dalam negeri.
"Kalau perikanan tangkap sampai diberikan ke asing, saya siap mengundurkan diri karena reforming perikanan harus disiplin dan itu untuk kepentingan sustainability (keberlanjutan)," kata Susi.
Berita Terkait
-
Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026
-
Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun
-
Proyek Bioetanol Lampung Memasuki Tahap Baru
-
BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro
-
Keputusan Pengambilan Tambang Martabe Milik Agincourt Berada di Tangan Prabowo
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini