Bisnis / Makro
Senin, 08 Agustus 2016 | 14:43 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong mengatakan masih menunggu arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan terkait penawaran berinvestasi di Natuna kepada pengusaha asing.

"Belum, saya masih tunggu arahan bapak menko," kata Tom saat ditemui di kantor BKPM, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).

Beberapa waktu yang lalu, Luhut mengajak pengusaha asing menanamkan modal di Natuna karena pulau ini memiliki hasil tangkapan ikan satu juta ton per tahun.

Luhut juga meminta agar BKPM merevisi Daftar Investasi Negatif di Natuna agar investor menjadi mudah menanamkan modal di sana. Menanggapi hal ini, Tom mengatakan revisi DNI akan didiskusikan kembali dengan kementerian terkait.

"Ya pasti kita koordinasikan dulu sama Menko Perekonomian, perhubungan, KKP dan kementerian terkait. Jadi semua harus sinkron jangan jalan sendiri-sendiri," kata dia.

Sebelumnya, keinginan Luhut ditolak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi sampai mengancam mundur dari kementerian jika Natuna diberikan kepada pengusaha asing. Sebab, kebijakan penutupan usaha perikanan tangkap bagi investor asing selama ini memberikan dampak positif bagi kepentingan dalam negeri.

"Kalau perikanan tangkap sampai diberikan ke asing, saya siap mengundurkan diri karena reforming perikanan harus disiplin dan itu untuk kepentingan sustainability (keberlanjutan)," kata Susi.

Load More