Suara.com - Berbagai macam produk asuransi yang beredar di pasaran terkadang membuat kita kebingungan untuk menemukan salah satu produk yang paling tepat bagi kita. Bahkan untuk sebuah produk asuransi kesehatan saja, kita akan dihadapkan pada sejumlah produk asuransi dengan berbagai fitur dan juga ketentuan yang mungkin saja akan sangat membingungkan.
Hal seperti inilah yang menjadi alasan mengapa kita sangat membutuhkan pemahaman yang baik terhadap asuransi yang akan kita gunakan.
Sebagian besar orang beranggapan bahwa asuransi adalah sebuah bentuk investasi, di mana berbagai produk asuransi memang kerap dibarengi dengan embel-embel investasi di dalamnya. Namun, benarkan asuransi adalah produk investasi?
1. Asuransi dan investasi
Pada dasarnya asuransi hanyalah sebuah bentuk perlindungan terhadap berbagai kondisi darurat yang mungkin saja terjadi di dalam kehidupan kita, misalnya: ketika kita menderita sebuah penyakit, mengalami kecelakaan, atau bahkan ketika kita meninggal dunia.
Jika melihat penjelasan di atas, maka secara jelas kita mengerti bahwa asuransi bukanlah sebuah bentuk investasi, sebab sejumlah manfaat di dalamnyahanya akan kita dapatkan ketika kita mengalami kondisi darurat di dalam kehidupan kita. Namun meskipun demikian, masih saja banyak orang yang beranggapan bahwa auransi adalah sebuah investasi. Sementara sebuah investasi seharusnya memiliki waktu dan juga sejumlah keuntungan berkala yang bisa kita prediksi pendapatannya, di mana kita akan mendapatkan sejumlah manfaat keuntungan dari hal tersebut.
2. Isi polis dan berbagai ketentuan lainnya
Selain pemahaman yang salah mengenai bentuk atau posisi asuransi di dalam keuangan, kita juga seringkali memiliki pemahaman yang kurang terkait dengan polis asuransi yang kita miliki. Hal ini tentu sangat beresiko menimbulkan sejumlah kerugian bagi kita, sebab pemahaman yang salah bisa saja membuat kita kehilangan hak dan juga manfaat dari asuransi itu sendiri. Jangan hanya berkutat pada manfaat dan sejumlah premi yang harus kita bayarkan saja, isi polis asuransi adalah salah satu hal yang paling penting un tuk kita ceremati sejak awal, bahkan sebelum kita membeli sebuah produk asuransi.
Pertimbangkan berbagai manfaat yang diberikan oleh sebuah produk asuransi, sehingga kita memiliki gambaran yang jelas mengenai segala bentuk layanan yang akan kita dapatkan dari pembelian asuransi yang kita lakukan. Jangan sampai terburu-buru membeli sebuah produk asuransi tanpa membaca detail setiap kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan asuransi tersebut. Hal ini akan sangat berpotensi menimbulkan sejumlah kerugian di dalam keuangan.
3. Proses klaim dan cakupannya
Hal ini juga menjadi salah satu hal yang paling riskan di dalam pembelian sebuah produk asuransi. Semua orang tentu mengharapkan sebuah layanan yang cepat dan simpel, di mana segala sesuatuya dapat diselesaikan dengan tepat. Namun, apakah asuransi yang akan kita beli, bisa memberi kemudahan ini?
Kita akan sangat kerepotan jika membeli sebuah produk asuransi yang memiliki sejumlah proses berbelit-belit dan sangat merepotkan. Hal seperti ini banyak dialami ketika sedang mengajukan proses klaim atas sebuah kejadian, di mana perusahaan asuransi tidak cepat dan tanggap dalam melayani, atau bahkan menerapkan sejumlah aturan yang menyulitkan bagi nasabahnya.
Hal seperti ini patut untuk dicermati sejak awal, agar tidak merepotkan di kemudian hari. Jangan sampai kita membeli sebuah produk asuransi yang sulit dikaim dan memiliki sejumlah aturan yang merepotkan untuk proses tersebut.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Jangan Salah Pilih! Ini Tips Memilih Asuransi Motor Terbaik
5 Bisikan Boros yang Harus Dilawan
8 Cara Cermat Mengatur Gaji Bulanan
| Published by Cermati.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun