Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang membangun 285 rumah khusus (rusus) di daerah perbatasan di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rumah yang dibangun di daerah yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) tersebut menggunakan teknologi Rumah Instan Sehat dan Sederhana (RISHA) yang sudah memenuhi kategori Eco House.
Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Tata Bangunan dan Lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan Permukiman (Puslitbangperkim) Kementerian PUPR, Arvi Argyantoro, Selasa (30/8/2016) mengatakan bahwa Eco House atau Eco Building adalah bangunan yang dibangun secara manual dengan tata cara atau kriteria perencanaan berorientasi pada rendahnya emisi dan rendahnya konsumsi energi serta berwawasan lingkungan.
"285 unit rumah khusus daerah perbatasan di Atambua yang saat ini sedang dibangun oleh Kementerian PUPR, menggunakan teknologi dari Puslitbangperkim," tutur Arvi.
Sebagai informasi, RISHA mempunyai konsep bahwa seluruh komponen dapat dibongkar-pasang atau knock down system. Keuntungan dari RISHA adalah dapat dibangun secara bertahap, dapat dikembangkan pada arah horizontal dan vertikal (2 lantai), dapat dibongkar pasang dan komponen ringan. Kemudian pemasangan hanya satu hari, komponen dapat diproduksi secara home industrydalam upaya pengembangan UKM, fleksibilitas desain tinggi, tergantung kreativitas arsiteknya, dan dapat mengakomodasi potensi lokal (budaya maupun bahan bangunan).
Menurut Arvi, dalam membangun sebuah bangunan berwawasan lingkungan salah satu aspek yang harus dipenuhi adalah efisiensi energi, baik saat bangunan tersebut jadi maupun pada saat pembangunannya. "Di Kementerian PUPR saat ini sedang mengembangkan dan membuat beberapa teknologi yang disebut sebagai precast yang dibangun di pabrik sehingga saat sampai di lokasi, langsung rakit, jadi tidak melakukan pembangunan yang mengeluarkan energi besar dan waktu," tuturnya.
Ia menyampaikan bahwa beberapa indikator desain bangunan yang berwawasan lingkungan yaitu pemanfaatan energi alternatif, seperti energi surya untuk penerangan buatan pada bangunan, memanfaatkan sirkulasi udara alami serta pola daur ulang dalam upaya menurunkan emisi dan pemanfaatan bahan daur ulang dalam tahap konstruksi maupun tahap operasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
6 Sepatu Lari Lokal Warna Biru dengan Teknologi Penunjang Kenyamanan
-
Berapa Nilai Transfer Elkan Baggott ke Millwall FC? Tembus Rekor Pribadi!
-
Cegah Penyalahgunaan Transaksi, BRI Perketat Klasifikasi Rekening Aktif Hingga Dormant
-
Old Money Vibes! 4 Gaya Outfit Preppy Style ala Winter aespa yang Timeless
-
Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI
-
Penganiayaan Brutal Karyawati Hotel di Bintan: Pelaku Pakai Sepatu Boots
-
JPO Berulang Kali Ditabrak Truk, Dishub DKI Siapkan Rambu Batas Ketinggian
-
Tragis! Dua Bocah yang Hilang di Irigasi Singomerto Ditemukan Tewas, Terseret hingga 3,5 Km
-
Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja
-
Warnanya Merah Merona, Ini Penampakan Rumah Masa Kecil Etik Suryani yang Digeledah KPK