Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan penghunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (31/8/2016). Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan penyerahan kunci rumah kepada dua orang calon penghuni Rusunawa. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, anggota Komisi V DPR RI Sujadi, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, Direktur Sungai dan Pantai Hari Suprayogi l, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Rina Farida dan Direktur Pembangunan Jalan Kementerian PUPR Ahmad Ghani Gazali.
Dalam sambutannya, Ia berharap rusunawa tersebut dapat menjadi hunian yang layak, aman dan nyaman bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sehingga dapat meningkatkan produktifitas.
"Kebersihan mohon dijaga agar dapat tinggal dengan nyaman dan tentram dan berpengaruh bisa lebih produktif lagi dalam membangun Temanggung,” pesan Basuki kepada 96 kepala keluarga yang siap menghuni Rusunawa tersebut. Menurutnya untuk menciptakan kondisi yang nyaman di rusun, dimulai dari perubahan sikap penghuninya yang harus lebih toleransi dan empati dengan sesama penghuni.
Ia menyatakan Pemerintah terus mendorong pembangunan perumahan sesuai dengan program satu juta rumah, baik itu rumah swadaya, rumah khusus dan rusun. “Mudah-mudahan seperti harapan Pak Bupati dan masyarakat Temanggung, kita bisa menyediakan perumahan yg lebih banyak lagi dengan begitu makin banyak masyarakat yang menempati hunian layak huni,” tutur Basuki. Ia juga meminta kepada pemerintah setempat untuk terus menjaga dan mengembangkan kawasan sekitar rusun agar lebih nyaman.
Sementara itu Bupati Temanggung, Bambang Sukarno mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementerian PUPR yang telah membantu pengembangan infrastruktur di Jawa Tengah, khususnya Temanggung. Mudah-mudahan selanjutnya semua proyek tahun 2017 dapat terlaksana, termasuk jalan lingkar di Temanggung,”ujar Bambang.
Pekerjaan Rusunawa di di Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung,, Jawa Tengah dilakukan oleh PT. Riyah Permata Anugrah setelah melalui proses lelang dengan nilai kontrak Rp 24,5 miliar dengan pembiayaan APBN murni tahun pelaksanaan 2014-2015. Rusunawa ini terdiri dari 149 unit dengan jumlah 5 lantai per twin block. Unit hunian yang tersedia merupakan tipe 24 meter persegi yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan tidak memiliki tempat tinggal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok