Presiden Joko Widodo berbicara potensi investasi di Indonesia dalam forum bisnis yang diikuti para pengusaha dan pewakilan perusahaan Shanghai, Cina.
"Tiga tahun yang lalu, sebelum saya menjabat, Cina adalah negara investor terbesar ke-13 di Indonesia. Saya senang melaporkan bahwa sejak kunjungan saya ke Beijing dua tahun lalu, Tiongkok telah bergerak dari nomor 13 menjadi nomor tiga investor terbesar di Indonesia," kata Presiden di depan sekitar 1.000 pelaku usaha di Hotel Shangrilla Shanghai, Sabtu (3/9/2016).
Dalam forum yang dikemas "Indonesia Business Forum" yang diselenggarakan BKPM ini, Presiden mengatakan Indonesia telah membuka diri kepada investor yang akan masuk, baik dalam bidang perdagangan maupun pembangunan infrastruktur.
Jokowi mengungkapkan perlambatan perekonomian dunia juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami penurunan sejak 2012.
"Untuk mengatasi perlambatan ekonomi ini, setelah menjabat, kami segera meluncurkan program pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah negara kami," kata Jokowi.
Untuk merangsang investasi masuk, Presiden mengatakan pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan deregulasi besar untuk mengurangi beban aturan, peraturan, perizinan mempermudah investasi.
"Kami telah mengeluarkan 13 paket kebijakan deregulasi yang mencakup berbagai bidang, mulai dari menurunkan biaya energi untuk industri, untuk membuka lebih banyak sektor investasi internasional, mengurangi waktu bongkar muat barang di pelabuhan utama dan banyak aturan pengurangan lainnya," kata Jokowi.
Sebelum Presiden melakukan pidato, Forum business ini diawali panel diskusi yang dimoderatori Kepala BKPM Thomas Lembong dengan para Panelis Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
Luhut mempresentsikan potensi investasi di bidang maritim dan sektor pariwisata serta beberapa langkah yang dilakukan pemerintah untuk mempermudah investor.
Enggartiasto juga mengungkap beberapa deregulasi perdagangan, sedangkan Airlangga menyampaikan potensi investasi bidang manufaktur.
Sementaras Rudiantara mempromosikan jaringan telekomunikasi yang dimiliki Indonesia guna menunjang investo r untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.
Dalam forum bisnis ini, beberapa pengusaha Shanghai mempertanyakan masih rumitnya mengurus ijin usaha di Indonesia, masalah aturan ijin kerja, minimnya infrastruktur pendukung.
Presiden saat dikonformasi saat perjalanan dari Shanghai ke Hangzhou naik kereta cepat mengakui masih ruwetnya mengurus ijin bagi para investor.
"Kita harus akui, ururs ijin masih ruwet, itu yang akan terus kita perbaiki. Kalau di kementerian yang kita obrak-abrik kementerian itu agar bisa cepat, biar simple untuk layani investor," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan.
Terkait ijin kerja, Presiden juga akan berjanji untuk melakukan perbaikan. "Kita memang dapat keluhan itu, tapi perbaikannya memang tidak secepat yang kita inginkan. Nanti habis pulang (dari KTT G20 dan KTT ASEAN) akan dibahas," janji Presiden. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global