Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau lokasi pembangunan Dam Sabo di Kali Putih yang terletak di Jalan Raya Magelang usai meresmikan Jembatan Sigandul, Jawa Tengah, Rabu (31/8/2016). Pekerjaan Sabo di Kali Putih yang panjangnya 2,6 kilometer telah dimulai sejak 2015 dan ditargetkan selesai pada November 2017.
Ia menambahkan bahwa saat ini dilakukan perbaikan Dam Sabo di Kali Putih dan Kali Gendol karena arah aliran erupsi memang menuju kedua kali tersebut. “Sekarang kita luruskan lagi ke aliran awal dari Kali Putih ini. Dua sungai yang kita tangani, Kali Putih ini di sebelah barat, di sebelah timurnya Kali Gendol. Sekarang juga kita tangani karena memang arah alirannya ke sini,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/9/2016).
Basuki menambahkan bahwa perbaikan DAM Sabo untuk mengantisipasi erupsi Gunung Merapi yang biasanya terjadi tiap lima atau 10 tahun namun sebelum memasuki musim hujan ditargetkan dinding kali yang masih bolong dapat tertutup rapat.
Menurutnya, DAM Sabo ini dirancang untuk dapat mengalirkan lahar dengan kapasitas 640 meter kubik per detik. Untuk itu, lanjut Menteri Basuki, saat ini masih dilakukan pembersihan aliran tengah sungai dan akan dibuat tanggul untuk menjaga keamanan. “Untuk lebih aman lagi dinding tanggul sepanjang 1,2 kilometer juga akan ditinggikan sekitar dua meter,” ujarnya.
Menteri Basuki menjelaskan untuk pembangunan Sabo ini, menggunakan total anggaran sebesar Rp 283 miliar dengan sebagian loan dari JICA pemerintah Jepang sebagai mitra. “Kalau lahar ini memang ahlinya dari sana (Jepang), ini yang namanya Sabo dan ada 272 Sabo DAM yang dibuat. SABO itu bahasa Jepang artinya penahan pasir,” ujar Menteri Basuki.
Basuki menambahkan progres pekerjaan Sabo saat ini baru mencapai 30 persen dari total pekerjaan tiga tahun. “Tapi kalau tahun ini (2016) sudah mencapai 65 persen,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek