PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma) berencana menawarkan surat utang global maksimal 500 juta Dolar Amerika Serikat (AS). Dana hasil penerbitan surat utang akan di gunakan antara lain melunasi utang yang telah di terima Bukit Makmur berdasarkan perjanjian fasilitas Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dan perjanjian kredit CIMB pro rata.
Sebagai informasi, pada 13 Mei 2011 Bukit Makmur mendapatkan komitmen pinjaman 800 juta Dolar AS, dimana SMBC cabang Singapura menjadi agen fasilitas pinjaman.
"Rencana penawaran surat utang global maksimal 500 juta Dolar AS guna melunasi utang yang di terima anak usahanya yakni PT Bukit Makmur Utama (Buma) dari sindikasi bank akan memberikan dampak positif bagi DOID. Hal ini akan mempertahankan kas setara kas Perseroan serta Perseroan masih dapat melakukan ekspansi bisnis dan diharapkan juga akan memperbaiki raihan laba bersih Perseroan di kemudian hari," kata Analys Recapital Securites, Adi Kiswoyo Joe, dalam keterangan tertulis, Senin (10/10/2016).
Selain itu, aksi ini akan membuka opsi pendanaan pada masa depan untuk mencapai potensi pertumbuhan usaha jangka panjang. Adapun aksi ini akan di catatkan di Bursa Efek Singapura. Surat utang akan di tawarkan secara terbatas kepada investor pembeli awal. Informasi mengenai pembeli awal akan diumumkan paling lambat dua hari kerja setelah penyelesaian penerbitan surat utang. Sepanjang
Semester I 2016, Perseroan membukukan pendapatan sebesar 259,17 juta Dolar AS atau turun 2,91 persen yoy.
"Sementara diperiode tersebut Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 8,03 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu Perseroan membukukan rugi bersih sebesar 10,14 juta Dolar AS," ujar Adi.
Disisi lain, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan dapat segera merealisasikan peningkatan kapasitas pengangkutan batubara tahun ini. Sebelumnya, perusahaan pelat merah ini menargetkan kapasitas
pengangkutan bisa melonjak 50 persen dari 15,8 juta ton di 2015 menjadi 23,7 juta ton di akhir 2016.
Untuk itu PTBA melakukan pengembangan berkelanjutan untuk jalur kereta menuju pelabuhan atau terminal batubara. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengerek penjualan PTBA, khususnya untuk pasar ekspor. Saat ini, ekspor batubara PTBA mencapai Rp2,47 triliun. Angka ini setara dengan 36 persen dari total pendapatan perusahaan di semester 1-2016 yang tercatat sebesar Rp6,75 triliun. Adapun pengiriman ke luar negeri yang terbesar adalah untuk pasar Taiwan, Jepang, Prancis, Malaysia, India dan Sri Lanka.
Di sisi lain, PTBA belum berniat kembali meningkatkan kapasitas produksi batubara, walaupun harganya kini tengah menanjak. Di awal tahun, PTBA menargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 33,84 persen menjadi 25,75 juta ton. Tapi manajemen PTBA optimistis target produksi batubara tahun ini tercapai. Meski per Agustus lalu, produksi batubara PTBA baru sekitar 11,3 juta ton. Artinya masih kurang 14,45 juta ton yang perlu dikejar dalam empat bulan untuk mencapai target.
Sebagai informasi, saat ini PTBA memiliki izin lahan IUP seluas 93,977 hektare, dengan jumlah ketersediaan batubara mencapai 8,27 miliar ton dan cadangan atau reserve 3,33 miliar ton. (kontan/kis)
"Kenaikan kapasitas pengangkutan diharapkan ke depannya bisa membuat PTBA meningkatkan penjualannya di saat kebutuhan akan batubara meningkat. Karena untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan dibutuhkan waktu. Sehingga sewaktu waktu kebutuhan batubara meningkat, PTBA sudah bisa mensupplynya dengan kapasitas pengangkutan yang sudah bertambah," tutup Adi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi