Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong penggunaan teknologi Jembatan Untuk Desa (Judesa) oleh pemerintah daerah untuk membuka keterisoliran desa-desa terpencil. Demikan disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga di Jakarta, Jumat (21/10/2016).
Menurutnya, warga di desa-desa terpencil yang dipisahkan sungai, masih kesulitan aksesnya.
Hal ini dikarenakan untuk membangun jembatan disamping masalah dana, pembangunannya juga dipengaruhi faktor topografi wilayah tersebut, misalnya kondisi daerah yang berada di lereng gunung tentunya akan membuat pengerjaan menjadi semakin kompleks, terutama dari segi penyediaan material.
Keunggulan dari Judesa yang merupakan hasil penelitian Balitbang, Kementerian PUPR diantaranya adalah fungsi dan kemampuannya yang sangat cocok diterapkan di perdesaan, yaitu fleksibel dan ekonomis.
“Material Judesa merupakan hasil pre pabrikasi yang dapat disiapkan terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi, sehingga membuat waktu pengerjaan jembatan lebih cepat. Sistem jembatan yang modular juga menambah kemudahan pembangunan dengan swadaya masyarakat,”tambah Danis.
Disamping itu, cara pembangunannya dilakukan satu arah atau dari satu sisi sungai sehingga cocok untuk membuka jalur perintis dan mengurangi pengangkutan material menyeberangi sungai.
Beberapa komponen jembatan juga didisain sedemikian rupa sehingga mengurangi biaya material struktur jembatan seperti penggunaan tiang tunggal.
Pada tahun lalu, Kementerian PUPR telah meresmikan Judesa pertama yakni di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tepatnya jembatan tersebut menghubungkan dua desa, yaitu Desa Cihawuk dan Desa Cibeureum.
Jembatan tersebut mempunyai panjang bentang 42 meter dan lebar 1,80 meter untuk dilalui pejalan kaki dan sepeda motor.
Besarnya biaya yang digunakan sebesar Rp 370 juta dan dibangun melibatkan masyarakat selama 2 bulan.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Cihawuk, Yaya saat peresmian menyambut gembira bantuan pembangunan jembatan dari pemerintah pusat itu.
Jauh sebelum jembatan itu dibangun, tambahnya masyarakat di desanya hanya menggunakan jembatan bambu yang berkali-kali ambruk diterjang arus sungai.
“Dulu hanya ada jembatan bambu yang panjangnya cuma delapan meter dan lebarnya setengah meter. Namun, jika sungai meluap, jembatan itu ambruk, sehingga akses terputus,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN