Pemerintah akan menggenjot kemudahan berusaha (easy of doing business) di daerah-daerah, terutama di kota-kota besar selain Jakarta dan Surabaya.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo di Jakarta, Selasa malam (8/11/2016), mengatakan salah satu strategi pemerintah dan akan menjadi fokus perhatian yakni melakukan elektronifikasi perizinan.
"Kuncinya di online. Kalau kita bisa meng-online-kan banyak izin, itu akan cepat naik karena online itu semua data bisa diakses. Orang tidak harus tatap muka, kontrol lebih gampang dicek sampai di mana izinnya. Itu yang menjadi target kita ke depan, meng-online-kan izin itu makin memperkuat ranking," ujar Lukita.
Lukita menuturkan, pemerintah menginginkan kemudahan berusaha yang sudah diterapkan dengan cukup baik di Jakarta dan Surabaya, juga dapat diterapkan di kota atau kabupaten lain di Indonesia.
"Kita tahu juga ada kabupaten-kabupaten yang mungkin sudah maju juga. Ada banyak bupati dan wali kota yang sudah memudahkan (berusaha). Tapi kita lihat kota besar belum," katanya.
Laporan Bank Dunia "Doing Business 2017: Equal Opportunity for All" mencatat, Indonesia termasuk 10 negara yang mencapai peningkatan tertinggi, dan naik 15 peringkat dari posisi 106 menjadi 91, karena ada perbaikan di tujuh indikator penilaian dalam setahun terakhir.
Reformasi usaha yang telah dilakukan Indonesia dan mengalami perbaikan signifikan adalah Memulai Usaha, Kemudahan Memperoleh Sambungan Listrik, Pendaftaran Properti, Kemudahan Memperoleh Pinjaman, Pembayaran Pajak, Perdagangan Lintas Batas, dan Penegakan Kontrak.
Dari dua kota yang diukur, Jakarta dan Surabaya, telah terlihat proses mendapatkan sambungan listrik untuk fasilitas pergudangan menjadi lebih cepat setelah adanya penambahan pasokan listrik oleh penyedia layanan. Sehingga kontraktor memiliki waktu tambahan untuk mengurus izin lainnya.
Laporan itu juga mencatat, reformasi yang dilakukan juga mencakup penggunaan sistem teknologi informasi dalam perizinan. Sehingga mempermudah pelayanan, dan hanya dibutuhkan 25 hari untuk memulai usaha dibandingkan sebelumnya selama 48 hari.
Reformasi lainnya, termasuk adanya kemudahan proses pendaftaran transfer properti yang diperkuat oleh proses digitalisasi pencatatan tanah, dan pembuatan sistem informasi geografis.
Selain itu, proses pembayaran pajak menjadi lebih mudah setelah adanya sistem online untuk mendaftar dan membayar iuran kesehatan. Sehingga menurunkan jumlah pembayaran pajak dari sebelumnya 54 menjadi 43.
Reformasi lainnya termasuk adanya prosedur khusus bagi klaim bernilai kecil, agar pihak berkepentingan bisa mewakili dirinya sendiri dan mempermudah penegakan kontrak di Indonesia.
Proses ekspor dan impor juga menjadi lebih mudah, karena adanya perbaikan layanan bea cukai dan penyerahan dokumen di pelayanan terpadu satu atap. Indonesia juga telah memperkuat akses kredit, dengan menciptakan suatu pendaftaran jaminan yang modern.
Namun, ada beberapa hal yang masih bisa diperbaiki untuk menjaga momentum reformasi, seperti penyederhanaan prosedur, serta proses mengurangi waktu dan biaya untuk memulai usaha, pendaftaran properti dan implementasi kontrak. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina