PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal yang berakhir pada 30 September 2016. Pendapatan sebesar Rp7,4 triliun, tumbuh 10 persen YoY dan Laba Kotor sebesar Rp3,3 triliun, naik 2 persen YoY. Laba Bersih tumbuh menjadi Rp665 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 66 miliar, dimana tahun lalu kami membukukan Rugi Selisih Kurs.
Pendapatan divisi Residential & Urban Development menurun sebesar 13 persen menjadi Rp2,4 triliun, dimana pendapatan dari Townships turun sebesar 12 persen YoY menjadi Rp1,4 triliun, hal ini sejalan dengan pelemahan pasar properti di Indonesia selama 9 bulan tahun 2016. Pendapatan dari Large Scale Integrated Developments turun sebesar 15 persen menjadi Rp1 triliun dimana mulai terdapat pembukuan pendapatan dari proyek proyek yang sedang dibangun terutama dari Millenium Village dan Orange County.
Divisi Healthcare terus memberikan kontribusi pertumbuhan yang berkelanjutan di mana pendapatan meningkat 27 persen YoY menjadi Rp3,8 triliun. Pendapatan lima rumah sakit mapan meningkat sebesar Rp 241 miliar yang mewakili 30 persen dari total pertumbuhanpendapatan. Pendapatan dari sebelas rumah sakit berkembang meningkat sebesar Rp 568 miliar yang mewakili 57% dari total pertumbuhan pendapatan. Pendapatan dari empat rumah sakit pasar khusus meningkat sebesar Rp 88 miliar atau mewakili 11% dari total pertumbuhan pendapatan. Pasien rawat inap tumbuh 19% sedangkan kunjungan pasien rawat jalan meningkat sebesar 20 persen.
Pendapatan divisi Komersial yang terdiri dari Mal Ritel & Hotel, naik sebesar 22 persen YoY menjadi Rp538 miliar. Pendapatan Mal naik sebesar 45% YoY menjadi Rp261 miliar terutama disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari Lippo Mal Puri. Pendapatan Hotels & Hospitality naik sebesar 6 persen YoY menjadi Rp277 miliar.
Pendapatan divisi Manajemen Aset meningkat sebesar 22 persen YoY menjadi Rp652 miliar, terutama disebabkan oleh membesarnya basis aset yang dikelola serta bertumbuhnya fee dan pendapatan dividen dari kedua REITS kami di Singapura.
Pendapatan recurring LPKR terus bertumbuh sebesar 26 persen YoY menjadi Rp5 triliun, memberikan kontribusi sebesar 68 persen terhadap total pendapatan LPKR.
LPKR Presiden Direktur, Ketut Budi Wijaya, menyatakan bahwa model bisnis perseroan yang seimbang telah terbukti efektif dalam mendukung total pendapatan pada saat sektor properti melemah. "Kami sangat senang hasil keuangan sembilan bulan 2016 secara keseluruhan pendapatan perusahaan masih memberikan tingkat pertumbuhan double digit. Kami akan tetap fokus, dan konsisten menerapkan strategi recycling capital untuk mengembangkan bisnis kami. Kami akan senantiasa meningkatkan efisiensi biaya serta memperluas recurring business untuk dapat bertahan dalam siklus pasar properti. Kami percaya bahwa pasar properti di Indonesia akan mulai pulih pada pertengahan tahun 2017," kata Ketut dalam keterangan tertulis belum lama ini.
LPKR adalah perusahaan properti terbuka yang terbesar di Indonesia berdasarkan Total Pendapatan dan Total Aset, serta didukung oleh landbank yang terdiversifikasi di seantero negeri dan basis pendapatan recurring yang kuat. Divisi usaha LPKR meliputi Residensial/Township, Mal Ritel, Hospitals, Hotels and Manajemen Aset. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar Rp27,4 triliun atau USD1,9 miliar pada tanggal 30 September 2016.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Profil Ari Askhara: Dirut Baru HUMI, Pernah Kena Kasus Penyelundupan
-
KB Bank Dukung Ekspansi Industri Petrokimia Nasional lewat Kredit Sindikasi
-
Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan
-
Suntikan Aset dan Efisiensi Operasional, Saham INDS Meroket 145% Hingga Tembus ARA
-
Dapat Restu ESDM, Vale Gaspol Lakukan Operasional
-
Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang
-
IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah
-
Danantara Pastikan PT Timah Bukan Masuk Radar Penyuntikan Dana
-
Apa Itu Rekening Koran dan Apa Fungsinya? Ini yang Perlu Dipahami
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria