Suara.com - Harga minyak dunia berakhir turun pada perdagangan Rabu (16/11/2016) atau Kamis pagi WIB, setelah Amerika Serikat melaporkan peningkatan 7,7 persen dalam persediaan minyak mentahnya.
Persediaan minyak mentah AS (tidak termasuk Cadangan Bahan Bakar Minyak Strategis) naik 5,3 juta barel pekan lalu menjadi 490,3 juta barel, atau naik 7,7 persen secara tahun-ke-tahun, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu.
Sementara itu, laporan media pada Rabu mengatakan bahwa Menteri Energi Rusia Alexander Novak menyatakan kesediaan negaranya untuk mendukung kesepakatan pembekuan produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Laporan juga mengisyaratkan tentang kemungkinan pertemuan antara Rusia dan Arab Saudi.
Analis mengatakan harga minyak telah menjadi mudah berubah karena para investor mempertimbangkan harapan untuk kesepakatan pembekuan produksi terhadap melonjaknya persediaan minyak AS. Volatilitas harga tersebut akan meningkat ketika mendekati jadwal pertemuan OPEC.
OPEC mencapai kesepakatan awal pada 28 September guna mengekang produksi minyak untuk pertama kalinya setelah krisis keuangan global pada 2008, dalam upaya mengurangi banjir minyak mentah yang telah menekan harga minyak selama lebih dari dua tahun.
Namun demikian, tingkat produksi untuk masing-masing negara anggota akan diputuskan pada pertemuan yang akan dilaksanakan pada 30 November di Wina, Austria.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 0,24 dolar AS menjadi menetap di 45,57 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari berkurang 0,32 dolar AS menjadi ditutup pada 46,63 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Janji Percepat Bangun Huntara, Menteri PU: Tak Ada Warga Aceh Tinggal di Tenda Saat Ramadan
-
Penjelasan Kelola Dana Negara Rp200 T, Tegaskan Menkeu Tertipu Bank Himbara Hoaks
-
Berita Soal Rp200 Triliun Menguap Dipastikan Hoaks, Kemenkeu dan BRI Jamin Dana Aman
-
Begini Spesifikasi Huntara di Aceh Tamiang untuk Korban Bencana
-
Impor Tapioka Masih Tinggi, Pengusaha: Bukan Karena Stok Kurang, Tapi Harga Lebih Murah
-
5 Fakta Isu Menteri Keuangan Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun
-
Rencana Peleburan Bulog-Bapanas Masih Proses Pembahasan
-
Kemenkeu: Berita Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara 100 Persen Hoaks
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Gubernur Target Bank Jakarta Segera IPO Saham, Ini Persiapannya