Suara.com - Direktur Utama PT. BNI Ahcmad Baiquni menegaskan pemberitaan tentang rush money hanyalah isu. Berita ini ramai bersamaan dengan isu makar menjelang demonstrasi 2 Desember di Ibu Kota Jakarta.
"Nggak ada kok, nggak ada masalah, itu kan hanya isu. Pada kenyataannya kondisi perbankan masih baik, fundamentalnya masih kuat," kata Achmad kepada Suara.com di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (24/11/2016).
Achmad mengapresiasi sikap pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Kemuangan dan Bank Indonesia yang menegaskan bahwa tidak ada rush money.
"Terima kasih juga kepada pemerintah yang sudah menetralisir isu ini. Karena pada dasar ini hanya isu yang tidak jelas apa dasarnya," katanya.
Achmad juga menekankan bahwa likuiditas tetap aman.
"Oh likuiditas masih aman, kita pantu terus. Sekarang kan masyarakat udah pada cashless jadi nggak ada masalah," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah
-
GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen
-
Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun