Suara.com - Direktur Utama PT. BNI Ahcmad Baiquni menegaskan pemberitaan tentang rush money hanyalah isu. Berita ini ramai bersamaan dengan isu makar menjelang demonstrasi 2 Desember di Ibu Kota Jakarta.
"Nggak ada kok, nggak ada masalah, itu kan hanya isu. Pada kenyataannya kondisi perbankan masih baik, fundamentalnya masih kuat," kata Achmad kepada Suara.com di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (24/11/2016).
Achmad mengapresiasi sikap pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Kemuangan dan Bank Indonesia yang menegaskan bahwa tidak ada rush money.
"Terima kasih juga kepada pemerintah yang sudah menetralisir isu ini. Karena pada dasar ini hanya isu yang tidak jelas apa dasarnya," katanya.
Achmad juga menekankan bahwa likuiditas tetap aman.
"Oh likuiditas masih aman, kita pantu terus. Sekarang kan masyarakat udah pada cashless jadi nggak ada masalah," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Tiga Bank Bangkrut di Tahun 2026, Ini Daftarnya
-
FTSE Russell Bekukan Rebalancing Saham RI, Pjs Bos Bursa Buka Suara
-
Thomas Djiwandono: Agen Prabowo yang Bakal Robohkan 'Tembok Berlin' Fiskal-Moneter?
-
GoTo Beli Hak Penamaan Blok M Hub Gojek
-
Satpam BRI Raih Rekor MURI Karya Ilmiah Terbanyak
-
Harga Emas Antam Nyaris Rp 3 Juta/Gram Hari Ini
-
Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786
-
BCA Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bakal Meroket di 2026
-
IHSG Sempat Loyo Tapi Berbalik Terbang di Selasa Pagi, 322 Saham Hijau
-
Pertamina EP Raup EBITDA USD 887,44 juta di 2025