Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah berkomitmen untuk mencegah dan memberantas korupsi. Untuk mewujudkan komitmennya tersebut, Kementerian PUPR telah membentuk Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli yang rencananya akan mulai berlaku efektif pada Januari 2017.
"Kami tidak main-main untuk memberikan hukuman disiplin. Ini juga warning untuk bapak-bapak agar tidak mudah melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Karena kalau tidak diberikan tindakan nyata, nanti dianggap biasa saja. Tindakan yang akan dilakukan, misalnya disidangkan dan jika terbukti, kita bisa menurunkan jabatan yang bersangkutan, menunda kenaikan pangkat, mencopot jabatan, sampai ke pidana," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR, Anita Firmanti saat mewakili Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono membuka seminar bertema ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’, di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Kamis (8/12/2016).
Ia mengatakan, anggaran dari Kementerian PUPR dari tahun ke tahun semakin naik jumlahnya, “Untuk itu, dengan anggaran yang tinggi tersebut, agar ibu-ibu harus mendukung para suami untuk bekerja lebih baik dan juga tidak membebaninya," katanya.
Menurutnya, perempuan sebagai istri dan ibu di dalam kehidupan keluarga merupakan tokoh sentral dalam proses pembentukan karakter anak agar terhindar dari perilaku yang melanggar norma-norma yang berlaku di kehidupan masyarakat salah satunya menanamkan nilai-nilai kejujuran. “Karena kejujuran merupakan prinsip bagi seorang anak untuk berperilaku dengan lingkungan sekitarnya sehingga nantinya tumbuh dewasa akan terhindar dari perilaku korupsi,” tuturnya.
Ketua Penasehat DWP Unit Kementerian PUPR, Kartika Basuki yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan seminar ini yaitu dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-17 sekaligus dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi pada 9 Desember 2016.
Menurutnya, korupsi adalah tantangan utama dalam pembangunan Indonesia saat ini. “Korupsi dapat terjadi karena adanya peluang serta adanya kesempatan," katanya.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan berharap kepada 127 juta perempuan yang ada di Indonesia untuk menjadi penggerak serta agen-agen perubahan untuk memberantas korupsi.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PUPR bekerjasama dengan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Australian Indonesia Partnership For Justice.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026