Berdasarkan instruksi Presiden, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertugas untuk segera melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan-bangunan umum yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Pidie Jaya, Banda Aceh.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membentuk satuan tugas infrastruktur untuk percepatan penanganan bencana gempa di Aceh. Satuan tugas dibawah koordinasi BNPB tersebut melaksanakan rekonstruksi dan fokus pada pembangunan infrastruktur yang berupa sekolah, kantor pemerintah, pasar, masjid, dan pesantren.
"Kami kira infrastruktur PUPR tidak banyak yang mengalami kerusakan, namun kami ditugaskan untuk segera melakukan identifikasi dan melakukan rekonstruksi," tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga yang ditunjuk Menteri Basuki untuk melaksanakan tugas tersebut saat memimpin rapat koordinasi dengan BNPB, dan beberapa BUMN Karya di Pidie Jaya, Aceh, Senin (19/12/2016).
Pada tahap pertama, Danis mengatakan bahwa pihaknya akan fokus pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Bangunan tersebut akan segera dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi segera setelah melalui audit dan dibersihkan puing-puing bangunannya.
"Kenapa sekolah, karena pada awal Januari mereka sudah mulai masuk sekolah, dengan adanya bangunan sementara diharapkan anak-anak sekolah tidak mengalami trauma berkepanjangan," tutur Danis.
Lebih lanjut Danis mengatakan bahwa rehab rekon ini akan dibagi menjadi 3 program. Pertama, pembersihan yang dilaksanakan selama 2 minggu sampai akhir Desember 2016. Pada tahap ini akan dilakukan pembersihan puing-puing berdasarkan penentuan lokasi oleh BNPB, pembersihan dilakukan oleh TNI yang dibantu oleh BUMN dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 2 minggu.
"Agar tertib administrasi tahap ini juga akan dilakukan audit dari aspek teknis dan non teknis, untuk non teknis kami dibantu oleh BPKP," tutur Danis.
Pada tahap kedua akan dilaksanakan pembangunan ruang kelas sementara, yang target pelaksanaannya sampai akhir Januari 2017. Pembangunannya akan dilaksanakan oleh BUMN konstruksi maupun konsultan sebagai pengawas.
Pada tahap ketiga, akan dilaksanakan rekonstruksi sekolah secara permanen dari Februari sampai Desember 2017. Pada tahap ini pun akan dilaksanakan oleh BUMN konstruksi maupun konsultan sebagai pengawasnya.
Baca Juga: Underpass Simpang Lima Mandai di Makasar akan Selesai Lebih Cepat
Berdasarkan data BNPB per 19 Desember 2016 telah teridentifikasi sebanyak 159 sekolah mengalami kerusakan ringan dan berat. Dari angka tersebut akan dilakukan pembersihan terlebih dahulu sambil dilakukan audit teknis maupun non teknis, sebagai acuan tindak lanjut apakah harus direkonstruksi atau hanya perbaikan saja.
"Saat ini BNPB telah membersihkan 13 sekolah, 8 diantaranya sudah bersih 100 persen. Kita akan fokus di 13 sekolah tersebut," tambahnya.
Disamping itu, Kementerian PUPR juga terus melakukan suplai air bersih dan sanitasi kepada para pengungsi. Saat ini sudah 46 hidran umum dan 10 WC portable yang terpasang dilokasi pengungsian baik di Kabupaten Bireun maupun Pidie Jaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM
-
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
-
Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI
-
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
-
Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru