Lahan pertanian sawah padi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (26/11/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]
Presiden Patriot Pangan Ir. Bugiakso mengatakan, pemerintah daerah harus menghapus Pajak Tanah pada Nilai Jual Objek Tanah (NJOP) dalam SPT PBB. Kebijakan itu menurut Bugiakso merupakan wujud keadilan sosial bagi kaum tani.
"Tantangan terbesar Indonesia ke depan adalah bagaimana mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana termaktub dalam sila ke-5 Pancasila," katanya saat dihubungi dari Yogyakarta, Selasa (20/12/2016).
Bugiakso menegaskan, Sila pertama Pancasila selesai pada era Bung Karno, dengan dihilangkannya kalimat kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya, merupakan kebesaran jiwa ummat Islam sebagai mayoritas guna mengedepankan toleransi dalam kebersamaan.
Sila kedua, sambung dia, selesai pada era Gus Dur, penghargaan yang tinggi terhadap kemanusiaan dan kelompok minoritas. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, selesai di era Pak Harto.
Sementara, Sila keempat, Demokrasi, selesai pada era Megawati dan SBY."Nah, tantangan sekarang adalah sila kelima, keadilan sosial," ujarnya.
Masalah keadilan sosial ini, kata Bugiakso, erat terkait dengan kelompok terbesar rakyat Indonesia, yaitu petani. Menurutnya sudah terlalu lama negara dan pemerintah tidak memerhatikan secara serius terhadap kaum tani dan pertanian Indonesia.
"Petani dan pertanian Indonesia identik dengan kemiskinan. Tidak ada lagi kenyataan yang lebih ironis di negeri agraris nusantara," tegasnya.
Dijelaskan Bugiakso, proses pemiskinan kaum tani Indonesia dibiarkan terus berlangsung tanpa pertahanan tanpa perlindungan. Seperti tidak ada subsidi produksi, tidak ada proteksi harga. Semuanya diserahkan pada mekanisme pasar bebas. Impor bahan-bahan pangan seperti banjir buah yang terus melanda Indonesia. Kerja petani dan pertanian Indonesia semakin tidak berharga.
"Inilah yang disebut proses pemiskinan massal, karena yang dimiskinkan adalah kelompok terbesar rakyat Indonesia," tegas Bugiakso.
Presiden Patriot Pangan menunjukkan satu contoh soal pajak tanah yang tidak mencerminkan keadilan sosial. Pajak tanah itu seharusnya ditentukan berdasarkan fungsi lahan.
"Jika lahan pertanian 1 hektare misalnya, dibandingkan dengan 1 hektare lahan perhotelan, jelas berbeda kemampuannya dalam mencetak uang, tapi kenapa pajak tanahnya sama?" Tanya Bugiakso.
Dalam konteks itulah, Bugiakso bersama elemen masyarakat menginisiasi gerakan Patriot Pangan, demi memerjuangkan kaum tani dan pertanian Indonesia untuk mencapai kedaulatan pangan.
"Muaranya adalah Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tukas dia.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor
-
Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI
-
Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih
-
Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja
-
Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit
-
Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI