Suara.com - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Kamis (12/1/2017) atau Jumat pagi WIB, dengan Nasdaq menghentikan kenaikan beruntun tujuh hari, karena investor terus mencerna pernyataan Presiden AS terpilih Donald Trump.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 63,28 poin atau 0,32 persen menjadi ditutup pada 19.891,00 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 4,88 poin atau 0,21 persen menjadi berakhir di 2.270,44 poin, dan indeks komposit Nasdaq turun 16,16 poin atau 0,29 persen menjadi 5.547,49 poin.
Para investor terus mencerna komentar Trump. Trump mengadakan konferensi pers pertamanya sejak pemilihan pada Rabu (11/1), dan para analis mengharapkan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang perdagangan, rencana pajak dan stimulus fiskal dari pemerintahan baru. Namun, konferensi berakhir tanpa memberikan rincian tentang kebijakan tersebut.
Saham-saham kesehatan dan bioteknologi jatuh pada Kamis setelah Trump mengkritik industri farmasi. Trump mengatakan industri obat "melakukan sesuatu yang sangat buruk" dengan memberlakukan harga obat sangat mahal," dan menyerukan "prosedur penawaran baru," menurut Wall Street Journal.
Pasar juga menunggu dimulainya musim laporan laba emiten kuartal keempat akhir pekan ini, ketika beberapa raksasa keuangan melaporkan angka-angka mereka.
Para pedagang mengikuti secara cermat kurva dari sektor keuangan, yang telah membukukan reli tajam sejak hari pemilihan presiden AS.
Data terbaru dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal keempat 2016 diperkirakan naik 5,7 persen secara tahun ke tahun (YoY), sementara pendapatannya diperkirakan meningkat 4,4 persen.
Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 7 Januari, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 247.000, meningkat 10.000 dari level direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, Kamis.
Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 256.500, turun 1.750 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya.
Baca Juga: Armin Van Buuren Akan Konser 6 Jam di Jakarta
Dalam laporan terpisah, Departemen mengumumkan bahwa harga impor AS naik 0,4 persen pada Desember, setelah penurunan 0,2 persen bulan sebelumnya, sementara harga ekspor naik pada Desember, meningkat 0,3 persen menyusul penurunan 0,1 persen di November. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!
-
Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat
-
Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK
-
Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri