Gedung Direktorat Jenderal Pajak di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (17/4/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan pajak sepanjang 2016 hanya 81,05 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2016 atau sekitar Rp1.104 triliun.
"Target APBNP itu Rp1.335 triliun. Sampai sekarang sudah tercapai 81,05 persen," kata Direktur Kepatuhan dan Penerimaan Ditjen Pajak Yon Arsal di kantor Ditjen Pajak Kemenkeu,Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2017).
Jika dibandingkan dari tahun 2015, pertumbuhan penerimaan pajak di 2016 hanya mengalami pertumbuhan sebesar 4,15 persen. Sedangkan untuk penerimaan PPh non migas hanya tumbuh 5,72 persen atau sebesar Rp1.011 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
Yon Arsal pun mengaku, bahwa pertumbuhan penerimaan pajak ini mengalami perlambatan. Namun, pihaknya mengaku optimis, penerimaan pajak ini akan terdongkrak lantaran adanya program tax amnesty atau pengampunan pajak.
"Masih ada tax amnesty, semoga penerimaannya mengalami kenaikan. Kami juga akan terus memperluas objek pajak," tegasnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan