PT Astratel Nusantara anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak dibidang pengembangan infrastruktur menilai jalan tol masih menjadi investasi yang menarik, bahkan belum lama ini mengambil sebagian kepemilikan di tol Cikampek-Palimanan.
"Terakhir mengambil kepemilikan 18 persen saham PT Lintas Marga Sedaya pengelola jalan tol Cipali, dengan demikian sudah ada enam ruas tol yang kami kelola", kata Direktur Astratel, Wiwiek D. Santoso di Karawaci, Kabupaten Tangerang, Jumat (20/1/2017).
Astratel memiliki 79,3 persen PT Marga Mandalasakti pengelola Tol Tangerang - Merak, 95 persen PT Marga Harjaya Infrastruktur pengelola tol Mojokerto - Jombang, 40 persen Marga Trans Nusantara pengelola tol Serpong - Kunciran.
Selanjutnya 25 persen PT Trans Marga Jateng pengelola tol Semarang - Kertosono, 25 persen PT Trans Bumi Serbaraja pengelola tol Serpong - Balaraja, dan terakhir 18 persen di Lintas Marga Sedaya pengeloa tol Cikampek - Palimanan.
Bahkan Astratel yang sahamnya 100 persen dimiliki PT Astra International Tbk berencana untuk meningkatkan kepemilikannya atas PT Lintas Marga Sedaya sampai dengan 22,3 persen, kata Wiwiek.
Wiwiek mengatakan, Astratel sampai dengan saat ini telah mengelola sepanjang 344,8 kilometer jalan tol, dari target 500 kilometer yang dapat dicapai di tahun 2020.
"Ini bentuk keseriusan kami dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan negara Indonesia, sesuai dengan filosofi dari induk usaha menjadi milik yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa," kata Wiwiek.
Wiwiek mengatakan, Astratel menyatakan kesiapannya untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur termasuki pembangunan jalan tol yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Grup Astra Makin Agresif Investasi di Tol Cipali
Sedangkan Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Achmad Gani Ghazaly mengatakan, pembangunan jalan tol saat ini diprioritaskan untuk memberikan dukungan kepada sistem transportasi multimoda seperti kereta api, pesawat, dan kapal.
Beberapa ruas tol dipersiapkan untuk mendukung percepatan tol laut yang menjadi program pembangunan infrastruktur pemerintah, jelas Gani.
Gani mengatakan, pemerintah baik pusat maupun daerah siap untuk membebaskan tanah jalan tol yang menjadi prioritas sedangkan pembangunannya diserahkan kepada konsorsium BUMN maupun kepada swasta.
Gani memperkirakan sebanyak 30 persen pengembangan jalan tol di Indonesia akan diserahakn kepada swasta.
Menurut mantan Ketua Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) ini, butuh dana Rp723 triliun untuk mewujudkan 1.851 kilometer jalan tol baru di seluruh Indonesia sampai dengan 2019, serta tidak mungkin kalau diserahkan pemerintah sepenuhnya.
Guna memperkecil resiko bagi investor jalan tol, Gani menjelaskan pemerintah saat ini sudah memiliki dua BUMN dibidang infrastruktur yakni PT Sarana Multi Infrastruktur yang siap untuk memberikan dana talangan pembebasan tanah serta PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia untuk menjamin kalau tarif yang ditetapkan tidak mampu menutup biaya investasi yang dikeluarkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Perusahaan Maritim dan Kapal Tanker Dunia Umumkan Stop Operasi di Selat Hormuz
-
Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran
-
IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik
-
Purbaya Turun Tangan Selesaikan Proyek Jumbo Gas Abadi Masela
-
Transformasi Gaya Hidup Pintar, Produk Smart Home Makin Canggih Berkat AI
-
Kemenkeu Kantongi Rp 14,15 Triliun dari Penunggak Pajak Jumbo
-
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak
-
Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Gimana Nasib Penerbangan Umrah?