Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi Moerwanto, mengatakan bahwa pemerintah memberikan kemudahan-kemudahan dalam berinvestasi. Berbagai kemudahan ini meliputi penyederhanaan proses pengadaan infrastruktur, fasilitasi persiapan proyek, dukungan pengadaan dan pembebasan lahan.
"Caranya melalui pembetukan Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), pemberian fasilitas fiskal dan adanya jaminan dari pemerintah melalui PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia," kataArie dalam keterangan resmi, Sabtu (4/2/2107).
Salah satu infrastruktur yang banyak ditawarkan untuk dikerjakan oleh pihak swasta yakni jalan tol. Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 km dalam waktu 5 tahun tersebut tidak mudah. Berbagai terobosan diperlukan agar target tersebut tercapai.
Dalam rangka mendapatkan kepastian ketersediaan lahan, Kementerian PUPR berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Mahkamah Agung. Sebagai contoh, bila pemilik lahan tidak menerima besaran ganti rugi dapat mengajukan keberatan ke pengadilan negeri. Pengadilan akan memutuskan dalam waktu 14 hari sehingga dari sisi waktu semua menjadi terukur.
Dari sisi pendanaan, penggunaan mekanisme dana talangan dari BUJT turut mempercepat pengadaan tanah.
"Dengan adanya mekanisme dana talangan, begitu harga disepakati, BUJT dapat langsung membayar dan dana talangan BUJT tersebut dapat diajukan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk diganti," kata Arie.
Menteri Basuki juga menyampaikan bahwa dana talangan dari LMAN yang terserap untuk proyek jalan tol hingga Desember 2016 sebesar Rp15,75 triliun. Untuk tahun 2017, total dana talangan LMAN Rp20 triliun dengan alokasi untuk pengadaan lahan jalan tol sebesar Rp13 triliun, sedangkan sisanya untuk pelabuhan, kereta api dan lainnya.
Inovasi lain untuk mempercepat pembangunan jalan tol yang tidak menarik bagi investor, seperti Tol Trans Sumatera, pelelangannya digabungkan dengan lelang ruas tol yang di tawarkan di pulau Jawa yang lalu-lintas hariannya sudah tinggi.
Baca Juga: Infrastruktur Berkontribusi Naikkan Peringkat Investasi Indonesia
"Dalam lelang pembangunan jalan tol di pulau Jawa, kita syaratkan dalam klausul lelangnya adalah berapa panjang jalan tol yang akan dibangun di Sumatera. Sehingga semua program pembangunan bisa berjalan dengan baik,” tambah Arie.
Skema penggabungan atau bundling infrastruktur juga bisa digunakan untuk memecahkan beberapa masalah sekaligus. "Misalkan saja rencana pembangunan jalan Tol Semarang-Demak, dapat diselesaikan dengan upaya mengatasi problem banjir Semarang. Jalan tol kita geser ke utara, dimana konstruksinya berfungsi juga sebagai pengendalian banjir. Sehingga pengentasan kemacetan, pengendalian banjir dan penataan kawasan kumuh, itu yang kami dorong,” tambah Arie.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026