Menteri Ketenakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan dalam rangka untuk menekan ketimpangan sosial, maka isu ketenagakerjaan itu harus di dorong ketengah. Salah satu caranya adalah dengan melakukan realokasi anggaran pendidikan yang nomenklaturnya benar-benar bisa diarahkan ke pelatihan kerja.
"Nah ini penting tidak hanya untuk di pusat, tetapi juga daerah. Karena kita melihat anggaran pelatihan kerja di arah itu terlalu minim. Sehingga upaya angkatan kerja agar masuk ke pasar kerja kan jadi tersendat," kata Hanif di Jakarta, belum lama ini.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengatakan bahwa realokasi fungsi pendidikan itu diarahkan untuk kebutuhan pelatihan kerja. Upaya ini dalam rangka untuk mendongkarak agar angkatan kerja di Indonesia ini punya keterampilan. Dengan demikian, angkata kerja ini lebih bisa masuk ke pasar kerja sehingga mendapatkan pekerjaan.
"Idelanya anggaran untuk pelatihan kerja 10 persen sajalah. Kalau 10 persen dari angggaran fungsi pendidikan itu sudah bisa agak lumayan. Tinggal ngitung aja. Ini sudah saya sampaikan juga di rapat (kepada presiden), namun perlu kajian juga dari kementerian keuangan," tutur Hanif.
Hanif juga menekankan agar bagaimana semua program dan kegaitan yang dijalankan pemerintah dalam bidang ketenagakerjaan benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kementerian ketenagakerjaan akan mengkoordinasikan berbagai sektor-sektor dalam aktivitas ekonomi. "Karena penciptaan lapangan kerja, kewajiban dan kewenangan kan ada di sektornya. Kita memperediksikan petumbuhan lapangan pekerjaan di sector-sektor itu," jelas Hanif.
Hanif juga mengakui, masalah yang terjadi di Indonesia selama ini adalah ketidakcocokan ketersediaan keterampilan dari tenaga kerja yang ada dengan jenis permintaan lapangan kerja yang ada. Kondisi inilah yang berusaha untuk diatasi oleh pemerintah saat ini. "Dulu misalnya ada pekerjaan orang mengantar surat di kantor pos. nah begitu orang sudah pakai email, pakai WA, pakai sosial media, kan pekerjaan pengantar surat ini mau gak mau harus ilang kan. Tidak bisa dipertahankan lagi. Naum, akan tumbuh pekerjaan-pekerjaan yang lain lagi. Ada jenis pekerjaan tertentu yang hilang, lalu ada jenis pekerjaan lain yang muncul. Nah yang penting bagaimana input SDMnya, baik melalui pendidikan maupun pelatihan ini bisa menyesuaikan perubahan dari karakter pekerjaan di masa yang akan datang," ujar Hanif.
Oleh karenanya, Kementerian Ketenagakerjaan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan kementerian terkait melalui Kementerian Koordinator Perekonomian. Tujuannya agar pendidikan ini benar-benar berorientasi pada pasar kerjanya.
"Pelatihan kerja ini orientasinya lebih kepada industri dan dunia wirausaha. Untuk kantor pemerintahan pasti akan berbeda dan terbatas. Itu sudah kita sampaikan, kita dorong agar ada insentif untuk perusahaan-perusahaan yang mengikuti progam pemagangan nasional itu," tutup Hanif.
Baca Juga: Menaker: Program Kerja 2017 Harus Berorientasi Hasil
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
Terkini
-
BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin
-
Bank Indonesia: Kredit Tumbuh 9,9 Persen di Januari
-
Bank Indonesia Dorong Optimalisasi Rp2.500 Triliun Kredit "Menganggur"
-
Kemenkeu Kantongi Rp 40 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara
-
Bahlil: Jangan Mimpi Swasembada Energi Kalau Tak Ada Terobosan
-
Endus Gratifikasi Mobil Alphard Pejabat Kemenkeu, Purbaya Akan Hubungi KPK
-
BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI
-
Strategi Gojek Hindari Driver yang Meninggal Dunia Saat On Bid
-
Susul ANTM dan PTBA, PT Timah Juga Kembali Nyandang Nama Persero
-
Danantara: Perusahaan China, Prancis, Hong Kong, Jepang dan Singapura Lolos Seleksi PSEL