Suara.com - Uang adalah barang yang sangat sensitif. Orang bisa melakukan hal apa saja demi mendapatkan uang, termasuk dengan cara-cara yang tidak dihalalkan sekalipun. Dalam hidup, pasti Anda sering mengalami kejadian atau peristiwa yang tidak mengenakkan yang bisa saja memerlukan banyak uang.
Untuk bisa keluar dari peristiwa tersebut, uang adalah solusinya. Saat peristiwa tersebut terjadi, dan Anda tidak memiliki uang, jalan satu-satunya yang ditempuh adalah dengan meminjam uang kepada teman, kerabat, keluarga, atau bahkan tetangga.
Saat meminjam uang, pernahkah berpikir jika suatu saat orang yang meminjamkan uang akan meminta hal yang sama kepada Anda? Pasti pernah! Saat orang lain meminjam uang Anda, maka ada dilema tersendiri yang muncul dalam diri. Dilema yang dihadapi adalah apakah uang yang dipinjamkan kelak akan dikembalikan atau tidak. Saat Anda berniat untuk menagih, perasaan yang muncul adalah tidak tega dan sungkan. Padahal uang yang diminta itu adalah uang Anda, namun entah mengapa seringkali perasaan sungkan ini yang terjadi.
Salah dalam bertindak, maka hal inilah yang terkadang membuat hubungan persaudaraan bahkan persahabatan rusak. Ya, hanya karena uang!
Untuk mengatasi kejadian yang tidak diinginkan di atas, berikut adalah 5 tips yang bisa diterapkan saat ingin meminjamkan uang kepada orang lain:
Jangan Memaksakan Diri
Saat teman atau orang lain merasa kesulitan, pastilah Anda tergerak hatinya untuk membantu. Apapun akan dilakukan agar bisa menolong orang tersebut. Namun saat orang lain membutuhkan uang namun Anda tidak memilikinya, jangan terlalu memaksakan diri apalagi jika Anda rela memakai uang belanja bulanan hanya karena ingin membantunya. Katakan dengan jujur bagaimana kondisi finansialmu saat ini agar si peminjam tidak merasa sakit hati atau beranggapan Anda hanya berpura-pura tidak memiliki uang.
Buat Catatan Peminjaman
Catatan ini bisa dijadikan sebagai pengingat bahwa orang lain memiliki utang terhadapmu. Anda bisa melakukan pencatatan di buku khusus catatan utang atau agenda. Ada baiknya jika catatan peminjaman dibuat secara rinci dan jelas, mencakup nama peminjam, tanggal peminjaman, jumlah yang dipinjam, dan tanggal pengembalian uang tersebut.
Hal ini sangatlah sederhana yang bisa menjadi cara ampuh yang digunakan sebagai panduan. Selain untuk membantu Anda mengingatnya, bisa juga dijadikan sebagai panduan yang akan menolong Anda untuk mengetahui apakah jumlah yang dikembalikan lebih, kurang, atau sesuai dengan jumlah yang tertera.
Buat Tenggang Waktu Pembayaran
Agar orang lain membayar uang yang dipinjamnya terhadapmu dengan cepat, buatlah tenggang waktu pembayarannya. Tenggang waktu bisa Anda tentukan dengan melihat kondisi keuangan teman atau orang yang meminjam uang padamu. Jika kondisi keuangan mereka sulit, maka jangan buat tenggang waktu pembayaran yang singkat. Karena hal tersebut sia-sia, toh nantinya ia belum memiliki uang yang cukup untuk melakukan pembayaran.
Cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan menanyakan langsung kepada calon peminjam kapan uang tersebut akan dikembalikan. Tanggal yang ditentukan sebaiknya disetujui oleh kedua belah pihak. Sehingga saat tanggal jatuh tempo tiba, si peminjam akan bertanggung jawab untuk melakukan kewajiban pembayaran utangnya terhadap Anda.
Buat Alarm Pengingat
Selain membuat catatan peminjaman, ada baiknya jika Anda juga memiliki alarm pengingat yang akan senantiasa mengingatkan Anda jika tenggat waktu pembayaran telah tiba. Atur tanggal sesuai dengan yang telah disepakati, dan buat catatan tentang jumlah yang dipinjam. Hal ini akan sangat membantu Anda, sehingga tidak perlu kikuk dan kerepotan lagi sewaktu ingin menagih utang kepada teman, apalagi jika utangnya besar.
Siapkan Rencana Pembayaran Khusus Untuk Pinjaman Besar
Semakin besar jumlah uang yang dipinjamkan, maka akan semakin besar risiko yang diterima. Tentu saja Anda tidak ingin jika suatu hari terjadi masalah karena peminjaman ini. Jadi sebaiknya Anda mendiskusikan hal ini bersama dengan si peminjam agar dia tahu bagaimana cara melunasi uang yang dipinjamnya. Misalnya dengan melakukan cicilan tetap beserta bunganya sekian persen per bulannya. Agar si peminjam melakukan cicilan dengan tepat waktu, tetapkan kapan cicilan tersebut akan dibayar. Misalnya setiap tanggal 3 hingga tanggal 6 setiap bulannya.
Pinjamkan Uang Pada Orang Terdekat Saja
Meminjamkan uang kepada orang lain bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Akan ada banyak risiko yang diterima, salah satunya adalah jika si peminjam lari dari utang yang dimilikinya. Ada baiknya jika Anda hanya meminjamkan uang pada orang terdekat saja, agar kemungkinan uangnya dibawa lari juga kecil.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Apa Saja Bisnis yang Banyak Dicari di Era MEA? Ini Jawabannya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat