CEO Join Kandidat, Adistya menjelaskan, dengan slogan “The Change You Need”, aplikasi Join Kandidat ini mengajak kandidat (pencari kerja) dan perusahaan meninggalkan cara lama yang ribet dan mengeluarkan banyak biaya dalam mendapatkan pekerjaan atau mencari pekerja.
“Kalau bisa dilakukan dengan mudah dan murah, kenapa harus ribet dan mahal?," katanya saat peluncuran program Join Kandidat di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (10/05).
Adistya menambahkan, aplikasi ini bisa diunduh melalui google play store secara gratis.
Semua perusahaan, mulai skala kecil, hingga BUMN bisa bergabung di aplikasi ini. Caranya dengan mendaftar melalui aplikasi, mengisi online form, lalu akun langsung aktif. Setelah aktif, bisa langsung mencari kandidat yang diinginkan.
“Tanpa harus memosting lowongan kerja, perusahaan bisa memilih berapapun kandidat yang dibutuhkan,” jelas Adistya.
Bagi kandidat, aplikasi ini menerima siapapun, termasuk yang putus sekolah, tanpa pengalaman kerja, tanpa ijazah atau sertifikat tertentu.
Dikatakannya, hanya bermodal skill terbatas pun, bisa daftar. Syaratnya mau bekerja. Bagaimana caranya? Cukup membuat akun dengan mengisi data diri, pekerjaan yang diinginkan, besar gaji, area kerja dan waktu kerja.
"Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur selfie untuk melengkapi data kandidat. Kenapa selfie? Agar perusahaan mendapatkan foto kandidat yang terbaru, asli tanpa polesan," terangnya.
Baca Juga: Slank dan Kemenaker Luncurkan Aplikasi Join Kandidat
Lebih lanjut Adistya menjelaskan, untuk menghidupkan akun dan agar bisa dibaca oleh perusahaan pencari kerja, kandidat cukup membayar Rp 15 ribu untuk tahun. Pembayaran bisa dilakukan melalui Alfamart, Indomart, Seven Eleven, Kantor Pos, ATM, dan sebagainya. Jika suatu saat ada perusahaan yang mencari penjaga cafe misalnya, maka ketika ada kandidat yang megisi aplikasi sebagai penjaga café, maka akan bisa langsung di interview oleh perusahaan.
“Dalam Join Kandidat, perusahaanlah yang mencari pekerja, bukan pekerja yang sibuk bikin CV dan melamar pekerjaan,” kata Kaka, vokalis Slank.
Kaka juga menambahkan, Join Kandidat juga dilengkapi fitur KPay (Kandidat Payment). Dengan fitur tersebut, kandidat dengan mudah bisa melayani jasa transaksi pembeyaran seperti pulsa telepon, pembayaran TV kabel, listrik, air, premi BPJS Ketenagakerjaan, dan sebagainya.
“Dengan Join Kandidat, semua bisa langsung menjadi entrepreneur. Tidak ada yang nganggur”.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI