Direktur Utama PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI), Bambang Herutomo, mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tengah memproses pembentukan holding BUMN sektor pertahanan. Namun proses ini tidak dilakukan dengan terburu-buru.
"Kanena BUMN di sektor pertahanan ini memang tidak dituntut buru-buru segera mewujudkan holding seperti sektor pertambangan atau energi," kata Bambang usai seminar "Nuklir: Ancaman dan Manfaat" di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (17/5/2017).
Bambang mengakui sinergi antar BUMN yang bergerak di sektor yang sama juga tengah didorong. Termasuk BUMN strategis yang merupakan industri pertahanan. Tujuannya untuk memperkuat finansial maupun pengembangan bisnis.
"BUMN pertahanan yang nanti didorong holding antara lain PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia/DI (Persero), PT DAHANA (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia/INTI (Persero), PT Len Industri (Persero) dan PT Industri Nuklir Indonesia/Inuki (Persero)," jelas Bambang.
Bambang mengatakan bahwa proses pembentukan holding BUMN pertahanan tidak dituntut harus cepat terwujud pada tahun ini. "Kita paling 2019 baru terwujud. Karena masih ada beberapa kesulitan mengingat core bisnis kita beda-beda," tutup Bambang.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan pembentukan holding BUMN di 6 sektor akan rampung pada tahun 2017.
Hal tersebut diungkapkan langsung di hadapan Presiden Joko Widodo pada saat acara Executive Leadership Program (ELP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/1/2017).
Rini menyebutkan, holding BUMN di sektor tersebut adalah, Migas, Tambang, Perbankan dan Jasa Keuangan, Perumahan, Konstruksi dan Jalan Tol, serta Pangan.
Baca Juga: Inilah Sebab Bisnis Nuklir INUKI Belum Berkembang di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru