Pemerintah diminta mengkaji ulang kenaikan tarif cukai tembakau. karena, kebijakan ini dinilai justru menghambat kinerja industri rokok yang akhirnya menyebabkan banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo mengatakan, selama ini tembakau menyumbang sekitar 95 persen, atau yang terbesar bagi cukai negara. Sayangnya dalam 4 tahun terakhir, industri rokok stagnan dan bahkan mengalami penurunan 2 persen tahun lalu.
“Penurunan tersebut mempengaruhi penerimaan negara dan mengancam kelangsungan industri nasional hasil tembakau . Dengan kata lain, penyerapan tenaga kerja,” ujar Donny di gedung Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2017).
Donny meminta pemerintah supaya rencana kenaikan cukai harus dipertimbangkan dengan bijak dengan memperhatikan keadaan industry hasil tembakau. dengan demikian, penerimaan negara tetap terjaga, dan industri tidak gulung tikar.
Politisi Nasdem itu juga meminta pemerintah memperhatikan kondisi ekonomi dan industri, sehingga tidak ada kenaikan berlebihan. Pemangku kebijakan juga harus memberi peta jalan (roadmap) kepada industri.
Pemerintah sendiri tengah mengkaji rencana pengenaan obyek cukai baru (ekstensifikasi cukai) untuk menambah penerimaan Negara. Menurut Donny, langkah Pemerintah harus didukung, mengingat objek cukai Indonesia masih sedikit Click dibandingkan negara lain.
“Esktensifikasi cukai yang sedang dikaji Pemerintah diharapkan mampu mengoptimalisasikan penerimaan cukai sebagai penerimaan Negara,” tukasnya
Baca Juga: Kini Bayar Cukai dan Kepabeanan Bisa Online Lewat Bank Mandiri
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan