Suara.com - Kartu kredit itu seperti pisau dapur yang tajam. Di satu sisi, alat itu berguna untuk memotong-motong bahan makanan dengan mudah. Tapi di sisi lain, ketika sedang lengah, jari tangan bisa putus dibuatnya.
Kartu kredit juga begitu. Jika menggunakannya sesuai dengan aturan, hidup bakal lebih mudah. Namun kalau meleng sekali saja dari aturan, bisa-bisa dompet jadi kering.
Ini 4 bahaya kartu kredit yang harus diketahui:
Gesek terus
Kartu kredit sering disalahartikan sebagai kartu utang. Padahal sebenarnya ia adalah alat pembayaran. Sama kayak kartu debet. Bedanya, kalau transaksi pakai kartu kredit, bisa bayar belakangan.
Sayangnya, orang terkadang tergoda buat utang tanpa memikirkan tanggung jawab pelunasan. Tagihan demi tagihan pun terlewat. Sampai akhirnya datang telepon dari bank buat menagih utang yang telanjut numpuk itu.
Tarik tunai terus
Memperlakukan kartu kredit seperti kartu debet yang bisa buat tarik tunai. Keduanya memang sama-sama bisa digunakan buat tarik tunai di mesin ATM. Tapi, tarik tunai pakai kartu kredit ada biayanya. Biasanya biaya tarik tunai kartu kredit sebesar 4 persen dari jumlah yang ditarik atau Rp50 ribu, diambil yang lebih besar.
Contohnya tarik tunai Rp100 ribu, berarti dikenakan Rp50 ribu. Sebab, 4 persen dari Rp100 ribu cuma Rp4 ribu.
Ada pula yang berusaha mengakali biaya ini dengan gesek di merchant. Seolah-olah beli sesuatu dari merchant itu, padahal hanya tarik tunai.
Tidak ada bunga dalam transaksi ini, tapi merchant biasanya mengutip ongkos tertentu. Dan, Bank Indonesia menganggap transaksi itu ilegal, sehingga bisa dikenai sanksi.
Bayar minim terus
Semua kartu kredit ada fasilitas bayar minimum tagihan. Misalnya tagihan sebesar Rp2 juta, kita bisa bayar 10 persennya alias Rp200 ribu. Namun dalam tagihan berikutnya akan ada bunga atas kekurangan pembayaran itu. Jadi, kita mesti membayar tagihan bulan itu + kekurangan tagihan bulan sebelumnya + bunga.
Enaknya, tagihan itu pun bisa kita bayar minimal lagi. Tapi tentu saja tagihan selanjutnya tambah gemuk karena utang dan bunga yang numpuk. Makanya, bayar minimum itu fasilitas yang bisa digunakan hanya ketika terdesak, misalnya benar-benar bokek bulan itu.
Tambah kartu terus
Biasanya, ketika sudah punya satu kartu kredit, akan mudah untuk apply kartu kredit lainnya. Apalagi jika catatan tagihannya bersih alias gak punya utang. Namun makin banyak kartu kredit, makin besar godaannya. Saat limit satu kartu kredit sudah habis, beralih ke kartu lainnya. Yang satu ini habis, ke kartu selanjutnya lagi.
Giliran datang tagihan, mumet sendiri karena gak ada dana. Akhirnya dikejar-kejar bank buat melunasi tagihan.
Sementara itu kalau punya banyak kartu kredit tapi jarang dipakai semuanya, bisa membahayakan. Mungkin saja ada kartu yang terselip, hilang, lalu disalahgunakan orang. Tagihan yang datang dari kartu tersebut wajib kita lunasi, meski yang pakai orang lain.
Tidaak harus jadi pakar finansial buat memanfaatkan kartu kredit dengan maksimal. Baca seluruh syarat dan ketentuan yang menyertai kartu itu. Dan taati seluruh aturannya. Selain itu, jangan pernah berpikir bisa kabur dari bank setelah menanggung banyak utang. Daripada seumur hidup dalam pelarian, gunakan kartu kredit sesuai dengan fungsinya.
Baca juga artikel DuitPintar lainnya:
Jangan Jatuh ke Jurang Utang Kartu Kredit, Perhatikan 4 Hal Ini!
Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka
Punya Banyak Kartu Kredit Bisa Bikin Kamu Lebih Hemat, Gak Percaya?
| Published by Duitpintar.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar
-
PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus
-
Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen
-
Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855
-
Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual
-
Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas
-
Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096
-
Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
-
Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO