- Bank Indonesia mendorong literasi keuangan generasi muda sebagai fondasi penting berinvestasi dengan bijak dan memahami risiko.
- Destry Damayanti menggarisbawahi tiga kunci pengelolaan keuangan cerdas, yaitu memahami profil risiko, perencanaan keuangan sejak dini, dan investasi jangka panjang.
- Berbagai otoritas menekankan pentingnya perencanaan dana darurat, diversifikasi instrumen, dan memastikan legalitas investasi melalui pengawasan OJK.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mendorong Literasi keuangan yang kuat menjadi fondasi utama bagi generasi muda untuk berinvestasi cerdas.
Apalagi, generasi muda perlu menerapkan prinsip-prinsip investasi bijak.
Salah satunya memahami peluang dan risiko serta cermat memilih instrumen investasi.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan tiga kunci utama menjadi cerdas mengelola keuangan, yaitu 3M.
Pertama, harus memahami dengan baik profil risiko sebelum menempatkan dana untuk berinvestasi serta memprioritaskan instrumen yang resmi dan berizin.
Kedua, merencanakan keuangan sejak dini dalam membangun kebiasaan positif mengatur pendapatan dan pengeluaran yang dapat dimulai dari menyisihkan dana darurat, menghindari utang konsumtif, serta membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi.
"Ketiga, bersikap seperti pelari Marathon bukan sprint karena dalam berinvestasi tidak ada yang instan, hasil investasi yang besar didapatkan dalam jangka panjang, sehingga jangan tergoda dengan imbal hasil investasi yang besar dengan waktu yang singkat," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Farid Azhar Nasution menyampaikan, pengelolaan keuangan yang bijak menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan dan keberlangsungan keuangan.
Pada saat mendapatkan penghasilan, mulailah menyisihkan, bukan menyisakan untuk menyiapkan dana cadangan dalam bentuk simpanan.
Baca Juga: Literasi Keuangan bagi UMKM Masih Rendah, Askrindo Beri Pemahaman Pentingnya Asuransi
Langkah ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan operasional beberapa bulan ke depan (3-6 bulan) dan kondisi darurat (emergency fund).
Setelah cadangan likuiditas cukup, investasikan dana surplus ke instrumen bisnis yang dipahami.
Salah satunya mempelajari instrumen dan risikonya, serta memastikan legalitasnya.
" Bangun kebiasaan untuk menabung dan berinvestasi secara terdiversifikasi sejak dini," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Masyita Crystallin, menyampaikan dalam melakukan investasi terdapat beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan.
Hal pertama, yaitu profil risiko investor yakni risk averse, moderat, dan risk taker.
Berita Terkait
-
Waduh, Aliran Modal Asing Indonesia yang Kabur Tembus Rp 3,79 Triliun
-
Cadangan Devisa RI Terkuras di 2024, Gubernur BI Ungkap Alasan Utama di Baliknya
-
Data Uang Nganggur di Pemda Berbeda, BI: Itu Laporan dari Bank Daerah
-
BI: Waspadai Inflasi Akhir Tahun, Harga Pangan Mulai Melonjak
-
Waduh, Potensi Kerugian Akibat Serangan Siber Tembus Rp 397,26 Kuadriliun
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Kasus Fraud Rp1,4 Triliun, OJK Mulai Sisir Aset PT Dana Syariah Indonesia
-
Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Siapkan Aturan Baru Standar Teknologi Motor
-
Lion Parcel Kirim 10 Ton Logistik ke Wilayah Bencana Sumatra
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!