Masifnya pembangunan infrastruktur memang harus dilakukan. Bayangkan saat ini jalan tol di Indonesia tidak sampai 1.000 km dibandingkan dengan Malaysia 3.000 km, apalagi Cina 60.000 kilometer bahkan saat ini mungkin sudah lebih lagi. Pembangunan infrastruktur pastinya akan membuat daerah-daerah menjadi lebih berkembang dan lebih produktif dalam pergerakan barang dan jasa.
Indonesia Property Watch mengapresiasi kinerja pembangunan infrastruktur di Indonesia yang terus dikejar. Namun demikian Indonesia Property Watch menyoroti berbagai masalah ketika infrastruktur tidak bersinergi dengan sektor lain khususnya hunian untuk rakyat. "Tidak hanya jalan tol melainkan semua yang menyangkut infrastruktur termasuk pembangunan LRT dan MRT sebagai bagian dari TOD (Transit Oriented Development)," kata Chief Executive Officer (CEO) IPW, Ali Tranghanda di Jakarta, Minggu (23/7/2017).
Tercatat harga tanah di rencana simpul-simpul MRT di sekitaran Lebak Bulus, tanah-tanah di sekitar Cimanggis dan Bekasi Timur yang direncanakan dilintasi LRT telah naik beberapa kali lipat dalam 2 tahun terakhir. Yang seharusnya tanah-tanah di simpul-simpul TOD tersebut dapat digunakan untuk penyediaan hunian murah untuk rakyat. "Pemerintah absen untuk dapat mengamankan tanah-tanah tersebut," ujarnya.
Belum lagi bila kita melihat perencanaan pengembangan kota-kota baru termasuk Kota Baru Maja yang kurang memerhatikan dampak dari pembangunan infrastruktur. Bahkan sebelum jalan dan infrastruktur dibangun, harga sudah naik dan akan menjadi terlalu tinggi ke depan sehingga semakin sulit untuk membangun rumah murah disana. Di sisi lain, pemerintah tidak tanggap untuk segera dapat melakukan zonasi khusus untuk rumah murah. Tidak ada zoning khusus, sehingga siapapun bisa membebaskan lahan seenaknya dan aksi spekulasi akan terus tumbuh.
"Artinya dengan pembangunan infrastruktur yang berdampak terhadap kenaikan harga lahan - bila tidak ada upaya pemerintah untuk mengendalikan harga tanah - maka tanah-tanah yang tadinya bisa dibangun hunian murah menjadi semakin terbatas bahkan mungkin habis," jelasnya.
Di satu sisi pembangunan infrastruktur akan berdampak luar biasa, namun pemerintah perlu diingatkan untuk dapat juga mengamankan tanah-tanah yang masih bisa digunakan untuk hunian murah agar tidak terus naik. Perlu segera di buat tata ruang yang khusus untuk zoning hunian rakyat sehingga aktivitas spekulasi di zona tersebut tidak berkembang. "Kalaupun akan dilakukan pengembangan lahan, perijinan tidak akan keluar kecuali dikembangkan sebagai hunian murah,” tambah Ali.
Hal ini beralasan, karena saat ini dikhawatirkan tanah-tanah di simpul TOD hampir semua telah dikuasai oleh swasta bahkan BUMN pun memanfaatkan lahan-lahan tersebut untuk pembangunan properti. Yang sangat disayangkan adalah pengembangan properti yang dimaksud bukan diperuntukan untuk hunian atau apartemen murah melainkan komersial.
BUMN Karya seharusnya dapat menjadi yang terdepan dalam pengembangan rumah atau rumah susun murah berbasis TOD. Jangan malah memanfaatkan posisi BUMN-nya untuk menguasasi lahan-lahan di seputaran TOD. Kondisi saat ini sangat disayangkan mengingat perencanaan infrastruktur yang ada tidak sejalan dengan konsep TOD yang seharusnya dapat bersinergi dengan perencanaan zoning hunian murah di sekitar simpul TOD," sesal Ali.
Baca Juga: Infrastruktur Asian Games 2018 Akan Tuntas Sesuai Jadwal
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
-
Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!
-
17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik