Suara.com - Indikator Prospek Perdagangan Dunia terbaru menunjukkan, pertumbuhan perdagangan barang dagangan global akan terus menguat pada kuartal ketiga 2017, kata Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Sementara itu, pesanan ekspor global juga menunjukkan tanda-tanda perataan, yang bisa berarti momentum kenaikan dalam pertumbuhan perdagangan mungkin telah mencapai puncaknya, WTO memperingatkan. Jika ini yang terjadi, pertumbuhan perdagangan diperkirakan akan moderat pada tahun ini.
Hasil ini sedikit lebih kuat dari perkiraan perdagangan WTO baru-baru ini pada 12 April, yang mengantisipasi pertumbuhan perdagangan moderat tahun ini setelah ekspansi lemah pada 2016.
Angka terakhir 102,6 lebih tinggi dari angka sebelumnya sebesar 102,2 yang dikeluarkan pada Mei tahun ini, yang menunjukkan momentum berkelanjutan untuk pertumbuhan perdagangan, kata WTO dalam sebuah pernyataan.
Angka 100 menunjukkan pertumbuhan sejalan dengan tren jangka menengah; angka lebih besar dari 100 menunjukkan di atas tren pertumbuhan, sementara di bawah 100 menunjukkan sebaliknya.
Kinerja yang kuat dalam pengiriman udara, pesanan ekspor dan pengiriman kontainer diimbangi oleh hasil yang lebih lemah pada indeks-indeks lainnya.
Hasil untuk bahan baku pertanian dan perdagangan komponen elektronik lebih lemah, namun kedua indeks tersebut telah berbalik naik baru-baru ini.
Pada saat yang sama, pertumbuhan lemah dalam produksi dan penjualan mobil menjadi perhatian karena hal itu mengindikasikan melemahnya kepercayaan konsumen di seluruh dunia, kata laporan tersebut.
WTO mengatakan indikator prospek tidak dimaksudkan sebagai perkiraan jangka pendek, meskipun memberikan indikasi pertumbuhan perdagangan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Sengketa Biodiesel, RI Gugat Uni Eropa di WTO
Kontribusi utamanya adalah mengidentifikasi titik balik dan mengukur momentum pertumbuhan perdagangan global.
Dikatakan indikator tersebut melengkapi statistik dan prakiraan perdagangan dari WTO dan organisasi internasional lainnya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok