Bisnis / Keuangan
Kamis, 10 Agustus 2017 | 13:31 WIB
PermataBank, AJI Indonesia dan Kedubes Australia menggelar Bangking Journalist Academy di Jakarta tahun 2017. [Dok Panitia]

10. Shintya Felicitas, Forbes Indonesia

11. Safyra Primadhyta, CNNIndonesia.com

12. Maria Yuniar, Katadata.co.id

13. Eka Wahyu Pramita, Majalahkartini.co.id

14. Marsya Nabila, dailysocial.id

15. Dinda Audriene Muthmainah, CNNIndonesia.com

16. Aditya Widya Putri, tirto.id

17. Astudestra Ajengrastri, Anadolu Agency

18. Nicha Muslimawati, Kumparan.com

Baca Juga: Jamin Ketersediaan Uang Tunai, Citilink Gandeng Bank Permata

19. Adhitya Himawan, Suara.com

"Kami sangat senang dapat bermitra dengan AJI Indonesia dan juga The Australian Embassy dalam mengembangkan BJA ini. Memasuki tahun ke lima, program ini semakin menunjukkan kualitasnya dan menjadi benchmark para jurnalis di Indonesia. Banyak lulusannya yang jenjang karirnya menjadi lebih baik dengan menempati posisi sebagai wakil/redaktur maupun redaktur senior. Di beberapa media, silabus program BJA bahkan menjadi bacaan wajib bagi reporter pemula karena merangkum banyak materi keuangan dan perbankan secara mendalam dan menyeluruh," kata Ridha DM Wirakusumah, Direktur Utama PermataBank di Jakarta, Rabu (9/10/2017). 

"Pemilihan tema Literasi Keuangan dalam BJA 2017 menjadi ikhtiar kami dalam mendukung program Regulator, dalam hal ini OJK untuk makin memberikan pemahaman terhadap lembaga keuangan. Melalui reportase dan tulisan yang nantinya dibuat oleh para peserta program, diharapkan masyarakat dapat memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan, memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik dan terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas," tambah Ridha.

Disisi lain, Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia menjelaskan bahwa seiring tumbuhnya industri media, lahir jurnalis generasi baru yang pada umumnya belum memiliki pengalaman meliput atau menulis laporan jurnalistik secara mendalam. "AJI sebagai organisasi profesi senantiasa mendorong jurnalis bekerja secara profesional, kompeten dan beretika melalui berbagai program pelatihan, seminar, diskusi publik, dan beasiswa untuk meningkatkan pemahaman pada isu-isu tertentu," jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, Program BJA adalah salah satu upaya AJI untuk meningkatkan kapasitas jurnalis, khususnya bagi jurnalis yang sehari-harinya meliput isu perbankan dan ekonomi makro. Melalui short course yang berlangsung selama dua bulan, jurnalis mendalami isu perbankan, termasuk bagaimana meliput dan menuliskannya di media. "Dengan adanya kerjasama dan dukungan dari Kedutaan Australia, semakin memperluas kesempatan peserta untuk memahami kondisi ekonomi dan ilmu jurnalistik dari sudut pandang internasional," tambahnya.

"BJA dan Banking Journalism Workshop (BJW) yang akan diadakan bagi jurnalis regional merupakan program pendidikan yang unik yang diadakan oleh institusi perbankan seperti PermataBank. Objektif dan visi program ini sejalan dengan komitmen jangka panjang Australia bagi Indonesia terutama di bidang peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Oleh karena itu kami gembira dapat berpartisipasi di dalam penyelenggaraan program BJA dan BJW di tahun 2017 ini, yang kami harap dapat menjadi kerjasama berkelanjutan," ungkap Laura Kemp, First Secretary (Public Affairs), Australian Embassy - Jakarta. 

Program pendidikan yang berkesinambungan

Tahun 2017 merupakan tahun ke lima penyelenggaraan BJA. Para Jurnalis terpilih akan mengikuti 14 sesi kelas di hari Selasa dan Jumat, mulai 9 Agustus hingga 29 September 2017. Salah satu keunggulan program ini adalah kelengkapan materi pendidikan yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya, baik pengetahuan ekonomi & perbankan yang mendalam maupun pengetahuan untuk mengolah data-data menjadi liputan yang mendalam sehingga menjadi karya jurnalistik yang baik dan kredibel.

Beberapa materi seperti Ekonomi Makro oleh Joshua Pardede – Ekonom Global Market PermataBank dan materi-materi perbankan terkini seperti: Banking in General, Financial Literacy, Corporate Banking, Business Consumer Banking dan Sharia Banking akan dipaparkan oleh para Direktur terkait serta para Senior Manajemen PermataBank.

Selain itu para peserta juga akan belajar perkembangan hubungan ekonomi Indonesia-Australia dan pendalaman peliputan isu ekonomi dan perbankan dari konsultan senior serta ekonom Kedutaan Australia. Bertindak sebagai Kepala Sekolah program BJA yaitu Hasudungan Sirait serta didukung oleh Feby Siahaan dan Stefanus Arif – mantan peserta BJA Angkatan I yang saat ini menjadi Co-Mentor.

Di akhir kelas, para peserta akan menyelesaikan tugas akhir berupa liputan ekonomi perbankan yang mendalam selama kurang lebih 1 bulan dengan didampingi para mentor, dimana hasilnya akan diwujudkan dalam bentuk buku dan audio visual yang akan diluncurkan pada Malam Apresiasi (Graduation Night) bersamaan dengan pengumuman peserta terbaik BJA 2017.

Load More