Suara.com - Memiliki gaji yang tinggi dan mencukupi seluruh kebutuhan tentunya menjadi impian bagi setiap orang. Namun, untuk mencapai level tersebut, tentunya banyak hal yang harus dilewati. Memang sudah menjadi hal yang wajar kalau gaji yang diterima akan naik seiring dengan berjalannya waktu.
Akan tetapi, terkadang kenyataannya tak sesuai dengan yang diharapkan. Ada saja halangan yang menerpa Anda untuk mendapatkan kenaikan gaji. Bahkan, bisa saja gaji yang diterima dapat menurun akibat sesuatu hal.
Berdasar survei yang dilakukan di situs Payscale, karyawan dengan usia di atas 45 tahun ke atas akan mengalami kesulitan kenaikan gaji. Situasi-situasi di bawah ini dapat membuat Anda tenang-tenang saja menghadapinya kondisi penurunan gaji tersebut.
Saat Anda Ingin Pindah Profesi
Pada saat Anda memutuskan untuk berpindah profesi dan mengejar mimpi-mimpi yang diinginkan seperti arsitek, dokter, seniman, dan lainnya. Tentunya langkah pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan mental ketika memiliki pendapatan yang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Hal seperti ini tentunya akan terjadi ketika ingin mengubah profesi karena Anda akan menjalani karier tersebut mulai dari awal lagi. Intinya, harus siap dengan kondisi baru dengan pendapatan yang kurang dari sebelumnya. Dengan begitu, pada saat pemasukan lebih sedikit, tak perlu terlalu memikirkannya.
Saat Ingin Berwirausaha
Situasi lainnya yang dapat membuat tenang meskipun gaji turun adalah saat Anda berencana ingin membangun usaha milik sendiri. Pada saat memutuskan untuk membangun bisnis, tentunya harus siap dengan kondisi keuangan yang sedikit menurun pada saat awal-awal perintisan. Ingat, bisnis tidak bisa menjadi besar hanya dalam waktu yang singkat saja. Banyak rintangan yang harus dihadapi dalam perjalanan bisnis. Bahkan, bila terbatas dalam modal, mau tidak mau, Anda juga harus rela mengorbankan uang tabungan.
Saat Tidak Ada Pilihan
Pada zaman seperti saat ini, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Terkadang orang tak ada pilihan lainnya selain menerima kondisi gaji yang mengalami penurunan dibandingkan dengan kehilangan pekerjaan atau menjadi pengangguran. Misalnya, ketika terkena PHK di perusahaan sebelumnya, Anda akan mencoba berbagai kesempatan yang ada meskipun dengan gaji yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Namun, tentunya jangan terlalu lama menjalani profesi tersebut. Anda juga harus bisa mendapatkan pemasukan yang memang sesuai dengan kemampuan.
Tak Terbayang Profesi Lain
Bila berbicara mengenai passion, tentunya kondisi pemasukan yang rendah bukanlah masalah yang terlalu dipikirkan. Passion tentunya merupakan hal yang diimpikan dan dicintai sehingga meskipun gaji yang diperoleh tak sebanding dengan harapan tentunya Anda akan menerima hal tersebut. Misalnya saja, ketika berprofesi sebagai guru meskipun mengetahui bila gaji yang didapat tak terlalu besar. Kondisi tersebut tak membuat berpikir untuk beralih profesi. Anda akan sangat mencintai profesi saat ini karena sesuai dengan passion yang dimiliki.
Mau Life Balance
Terkadang memiliki gaji yang tinggi akan sangat sebanding dengan pengorbanan life balance. Dapat dikatakan bahwa gaji yang tinggi tentunya memiliki tanggung jawab yang tinggi pula. Anda akan disibukkan dengan kegiatan bekerja terus menerus. Hal ini akan berdampak pada waktu luang yang dimiliki. Anda akan kekurangan sekali waktu untuk bersantai, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga.
Ketika Anda merasakan beban kerja yang terasa berat, tak masalah bila mencari pekerjaan baru dengan pendapatan yang lebih kecil. Bahkan, menurut riset yang dilakukan Accenture tahun 2013, pekerja yang memiliki work-life balance malah memiliki peluang yang besar untuk menjadi sukses kedepannya.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
9 film Detektif Seru yang Membuat Lebih Pintar
Di Balik Suksesnya CEO Snapchat, Apa Rahasianya?
Semua yang Perlu Diketahui dari Emas Sebelum Dijadikan sebagai Investasi
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Rupiah Melemah Terus, Menkeu: Saya Tidak Bisa Kendalikan
-
Tips Mengajukan KPR Subsidi via Bank BTN Agar Diterima
-
Perusahaan Global Berebut Proyek Energi Hijau Indonesia, Saham-saham Ini Ikut Menguat
-
Prospek Properti Negara Tetangga dan Proyeksi Pasar Global Tahun 2026
-
Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN
-
Apindo Berharap Perjanjian Dagang RI-AS Pangkas Tarif Industri Padat Karya
-
PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan Lewat Orange Bonds
-
Pajak Kendaraan Jateng Naik Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Arus Kendaraan Mudik Diproyeksi Naik 7%, Bisa Picu Potensi Macet di Pelabuhan
-
Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI