Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Riza Pratama membantah klaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bahwa perusahaan Freeport Indonesia telah setuju divestasi 51 persen sahamnya.
Terkait bantahan itu, Jonan pun kembali angkat bicara. Menurutnya pertemuannya dengan bos Freeport di Amerika Serikat beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa perusahaan raksasa tersebut telah setuju untuk kesepakatan tentang ketentuan-ketentuan pemerintah, termasuk divestasi saham 51 persen.
"Kalau Freeport kan mau bicara nanti akhir bulan ini supaya bisa selesai. Itu salah satu syaratnya kalau Freeport minta perpanjangan (Kontrak Karya). Kalau nanti kita terima, ya itu salah satu syaratnya harus divestasi. Kalau nggak ya nggak kita terima," kata Jonan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/8/2017).
Dia menegaskan, pertemuannya dengan petinggi Freeport McMoran Inc. Di Houston, Amerika Serikat pada Juni lalu telah ada kata sepakat mengenai divestasi saham tersebut. Dia pun tak mau merespon pernyataan Riza Pratama yang menurutnya hanya bawahan di Freeport, bukan penentu keputusan.
"Kalau pengertian saya (dalam pertemuan dengan petinggi Freeport McMoran), ya sepakat. Wong saya nggak ketemu Riza. Coba tanya, kalau saya ketemunya Richard C Adkerson (CEO Freeport McMoran Inc.) ya, kalau yang lebih junior dari itu kayaknya nggak perlu," tegas dia.
Sebelumnya Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Riza Pratama menyatakan bahwa sampai saat ini belum tercapai kesepakatan dengan Pemerintah Indonesia.
"Belum. Masih dalam perundingan," kata Riza saat dihubungi Suara.com, Senin (21/8/2017).
Ada empat poin perundingan antara Pemerintah dan PT Freeport Indonesia terkait perubahan status Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Pembahasan keempat poin tersebut dilakukan secara satu paket. Keempat poin itu yakni stabilitias investasi yang berkaitan dengan ketentuan fiskal, perpajakan, baik perpajakan pusat maupun daerah. Kemudian yang kedua itu mengenai divestasi. Poin ketiga mengenai kelangsungan operasi setelah 2021. Sedangkan substasi pembahasan yang keempat mengenai pembangunan smelter.
Kabar persetujuan PT FI untuk melakukan divestasi saham 51 persen muncul dari Menteri ESDM Ignasius Jonan di Istana, Jakarta, Senin (21/8/2017). Jonan menyatakan persoalan divestasi dan kewajiban membangun smelter di PT Freeport Indonesia pada prinsipnya sudah selesai.
Baca Juga: JK Yakin Divestasi 51 Persen Saham Freeport akan Capai Titik Temu
"Kalau soal divestasi dan membangun smelter itu prinsipnya sudah selesai sehingga tidak ada apa-apa, tinggal nunggu perpajakan saja," kata Jonan.
Menurut dia, terkait divestasi 51 persen saham, Freeport sudah setuju, tinggal caranya saja."Itu sudah sepakat tinggal nanti caranya. Ini nanti mau nego bagaimana caranya, skemanya nanti saja," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah