Kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat, pada Senin (11/9/2017), kembali dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk membagikan sertifikat hak atas tanah. Kali ini, sebanyak 7.125 sertifikat diserahkan Kepala Negara kepada masyarakat yang hadir di Lapangan Brigif 15 Kujang, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat.
Presiden menyebut para warga yang hadir merupakan warga yang beruntung. Karena mereka menjadi bagian dari target 19 juta bidang tanah di Jawa Barat yang harus diberikan sertifikatnya oleh pemerintah.
"Adalah yang sangat beruntung karena sudah diserahkan kepada Bapak, Ibu, semuanya sertifikat itu," ungkapnya.
Presiden pun menjelaskan sejumlah hal yang harus diperhatikan para penerima sertifikat. Salah satunya sertifikat harus disimpan dengan baik dan di tempat yang aman.
"Masukkan simpan baik-baik, tetapi sebelumnya difotokopi. Jadi kalau hilang ada simpanan fotokopi dan bawa ke BPN supaya diterbitkan lagi," kata Presiden.
Di samping itu, Presiden juga menyampaikan pesan terkait penggunaan sertifikat tersebut untuk hal-hal yang bersifat produktif. Mengingat berdasarkan laporan yang diterimanya, saat ini nilai agunan sertifikat di Jawa Barat sudah mencapai Rp180 triliun.
"Kalau dapat (pinjaman) dipakai untuk modal, investasi, mesin. Jangan dipakai untuk hal-hal yang bersifat kenikmatan (sementara). Jangan sampai sertifikat hilang," tuturnya.
Tak lupa, Presiden juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan Tanah Air. Keankeragaman suku, agama, bahasa, dan budaya yang dimiliki Indonesia harus selalu disyukuri dan dijunjung tinggi.
Baca Juga: Jokowi Sadar Negara Tak Bisa Kendalikan Media Sosial
"Saya titip hati-hati semua. Jangan sampai perbedaan membuat kita mudah dipecah belah,"
Apalagi memasuki tahun politik, di mana pemilihan kepala daerah akan dilakukan di seluruh pelosok Tanah Air. Presiden berpesan agar masyarakat tetap berfikir jernih dan menggunakan akal sehat dalam menggunakan hak pilihnya.
"Saya ingatkan pilihan politik hanya 5 tahun sekali. Sudah coblos, sudah. Jangan dipanas-panasi. Enggak boleh kehidupan sehari-hari kita terganggu karena itu. Jangan gampang dikipas-kipasi. Pakai akal jernih, rasional kita memilih pemimpin terbaik. Jangan sampai diadu domba," tegas Presiden.
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut di antaranya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun