Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group James Riady meminta maaf lantaran promosi yang dilakukan oleh Meikarta begitu gencar. Namun disaat bersamaan, Lippo Group belum mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Mohon maaf kalau ada kekurangan, semua akan dilengkapi. Fokusnya adalah bagaimana memikirkan 11 juta defisit rumah," kata James saat ditemui di Jakarta, Senin (11/9/2017).
James pun berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan dan melengkapi berbagai persyaratan bagi Meikarta. Menurut James, yang harus dipahami dari permasalahan ini adalah terkait kebutuhan dasar akan perumahan.
Pasalnya, banyak orang yang ingin membeli rumah, tetapi harganya tidak terjangkau. Selain itu, kebutuhan atau backlog perumahan masih tinggi sampai saat ini mencapai 13 juta rumah.
"Harapan saya adalah bagaimana semua pengembang memikirkan harga perumahan harus turun, tidak bisa lagi belasan juta (per meter persegi)," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
DPR-Danantara Mau 'Serok' Saham BUMN, Emiten Bank Himbara Siap-siap Rebound?
-
Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
-
Bahlil Ngebut Terapkan B50, Uji Coba Belum Tuntas
-
DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah
-
Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
-
CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital
-
Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat
-
Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split
-
Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?