Suara.com - Sebanyak 20.000 lebih pekerja penjaga gardu, tempat transaksi pembayaran jalan tol di seluruh Indonesia terancam mengalami pemutusan hubungan kerja. Perusahaan-perusahaan jasa jalan tol, baik swasta maupun negeri seperti Jasamarga berpotensi memberhentikan para karyawannya karena transaksi pembayaran jalan tol non tunai atau pakai kartu.
"Mulai 31 Oktober 2017 semua tol sistem GTO (gardu tol otomatis), transaksi pembayaran jalan tol 100 persen menggunakan kartu. Jadi tidak ada lagi transaksi tunai. Dengan begitu berdasarkan data kami akan ada 20.000 lebih pekerja jasa jalan tol yang terancam di PHK," kata Sabda Pranawa Djati, Sekjen Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia di kantor LBH Jakarta, Kamis (5/10/2017).
Di perusahaan Jasamarga dan beberapa anak perusahaan di bawahnya terdapat 10.000 pekerja yang terancam kena PHK. Serta 10.000 lebih pekerja di perusahaan swasta yang bergerak di jalan tol juga akan melakukan hal serupa.
"Padahal di setiap gardu jalan tol itu ada 3 shift dalam sehari. Satu shifnya, 5 orang pekerja. Jadi bayangkan kalau nanti sudah diberlakukan GPO 100 persen," ujar dia.
Menurut dia, sistem pakai kartu untuk transaksi pembayaran jalan tol itu disebabkan kebijakan Bank Indonesia tentang Geranak Nasional Non Tunai (GNNT). Padahal sistem transaksi non tunai itu hanya kepentingan bank agar lebih mudah menarik uang tunai dari masyarakat.
"Ini biang keroknya adalah gerakan nasional non tunai. Maka dari itu, kami menuntut seluruh gardu tol harus ada transaksi tunai dan transaksi non tunai. Kami bukannya anti teknologi, karena kita tahu perkembangan teknologi tak bisa dibendung," kata dia.
"Gerakan Nasional Non Tunai ini adalah kepentingan bank-bank, namun dalam hal ini negara jadi salesnya. Harusnya pemerintah memproteksi masyarakatnya. Makanya kami menuntut BI tidak boleh menutup transaksi tunai, karena itu melanggar undang-undang mata uang dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen".
Dia menambahkan, ke depan tak hanya pekerja jalan tol yang terancam dengan transaksi non tunai, namun juga para pekerja di SPBU. Sebab nanti pembelian BBM di SPBU menggunakan kartu.
"Ke depan tak hanya jalan tol, beli bensin di pom bensin nanti membelinya pakai kartu," ujar dia.
Baca Juga: Arus Balik, Gerbang Cikarang Utama Buka 23 Gardu Tol
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar