Suara.com - Penerapan transaksi non tunai yang akan efektif diberlakukan di gerbang jalan tol mulai November 2017 mendapatkan reaksi keras dari Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Mirah Sumirat. Menurut Mirah automatisasi pembayaran jalan tol tidak akan mengurai kemacetan lalu lintas, selain itu akan membuat sekitar 10 ribu orang kehilangan lapangan pekerjaan.
"Ketika gerbang tol Karang Tengah, kemudian gerbang tol Semanggi, kemudian juga Senayan, sudah tidak ada lagi manusia, apakah gerbang-gerbang tersebut lancar atau macet? Tetep macet," kata Mirah dalam seminar bertajuk Dampak Transaksi Non Tunai terhadap Potensi PHK dan Kerugian Konsumen di Auditorium Adhiyana, Gedung Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).
Mirah menekankan kemacetan arus lalu lintas di jalan tol penyebab utamanya sebenarnya banyaknya kendaraan, bukan sistem transaksi di gerbang tol. Dia menyontohkan keadaan jalan tol tetap macet meskipun gerbang tol sudah menggunakan sistem otomatisasi.
Mirah meminta para pengambil kebijakan benar-benar mempertimbangkan dampak sistem pemberlakuan transaksi non tunai.
"Terkait tidak adanya PHK, itu bohong besar. Kebohongan yang dibuat oleh jajaran manajemen PT. Jasa Marga. Jadi, kalau formasi data karyawan ada 10.000 khusus untuk Jasa Marga saja, karyawan yang di lapangan maupun yang di staf. Ada kurang lebih 11 operator atau pun perusahaan jalan tol di luar daripada Jasa Marga. Karena mereka kebanyakan itu outsourcing, jadi anytime, kapanpun di PHK bisa," kata Mirah.
Jika sistem tersebut tetap diberlakukan dan menghilangkan lapangan pekerjaan, sama artinya melanggar Undang-Undang Dasar Pasal 27, demikian dikatakan pengamat transportasi publik Azas Tigor Nainggolan.
Pasal 27 menyebutkan bahwa warga negara berhark mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak.
Menurut perhitungan yang disebutkan Mirah dengan penerapan transaksi non tunai di gerbang tol, dari 10 ribu pekerja akan tinggal 900 pekerja. Di PT. Jasa Marga, dari 5.000 lapangan kerja, nanti hanya tersedia 219 kesempatan kerja. (Handita Fajaresta)
Berita Terkait
-
Percepat Inklusi Keuangan Lewat Transaksi Non Tunai Berbasis QRIS
-
Kepulauan Seribu Didorong Jadi Pusat Ekonomi Digital Bahari
-
Dorong Penerapan Transaksi Non Tunai, Bank DKI Gelar Jakarta Berkah
-
Bank DKI Sosialisasikan Transaksi Non Tunai ke Komunitas Mini 4WD
-
BRI Perluas Pemanfaatan EDC Contactless, Bayar Ini Itu Sat Set
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru