Suara.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance Bhima Yudistira Adhinegara mengatakan revolusi teknologi yang tengah dilakukan pemerintah, tidak perlu harus dibarengi dengan penerapan e-money.
"Kalau kita mau masuk ke ranah teknologi, revolusi teknologi, hari ini udah, nggak pakai kartu-kartuan," kata dia di Auditorium Adhiyana, Gedung Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).
Bhima kemudian mempertanyakan penerapan e-toll, apalagi tak dibarengi dengan sosialisasi yang menyeluruh.
"Coba cari di negara lain, Jasa Marga, Kementerian PUPR ini membuat kebijakan otomatisasi gardu tol non tunai itu best practice-nya dimana," kata Bhima.
Bhima menyontohkan pemanfaatan teknologi di negara Cina yang mempakai handphone dengan QR Code, India yang pakai QR Code, kemudian lebih dari sepuluh negara di Afrika sudah memakai feature phone dan SMS. "Bahkan yang bisa SMS dan telepon (feature phone), itu yang namanya e-money," kata dia.
Namun, menurut dia, pemanfaatan teknologi di Indonesia masih menitikberatkan pada masyarakat.
"Kita di sini dibilang masyarakat harus membayar top-up karena biaya pengadaan mesin, serta perawatan e-money termasuk mesin gardu tol otomatis itu mahal. Yang harus kita buka dan bongkar semuanya, berapa sebenarnya biaya investasinya? Tidak pernah terbuka kepada masyarakat," katanya.
Bhima menyebutkan pakar ekonomi memperkirakan November nanti akan terjadi periode krisis skala kecil kalau terlalu banyak peraturan yang timpang.
"Faktanya di Indonesia sekarang, porsi e-money terhadap total transaksi itu baru 1,14 persen. Kalau kita dipaksa pakai e-money, bukannya nambah jadi 5 persen, jadi 10 persen, justru bisa kembali lagi kurang dari 1 persen," kata dia. (Handita Fajaresta)
Berita Terkait
-
Cara Isi Saldo E-Toll Tanpa NFC, Mudah dan Cepat
-
Gak Harus Putar Balik! Ini 4 Solusi Jitu Jika Kartu e-Toll Ketinggalan saat Mudik
-
8 Jenis Kartu yang Bisa Dipakai untuk Bayar Tol saat Mudik Lebaran 2025
-
Lagi Ngopi di Warung, Dua Pelaku Penusukan Sopir dan Kernet Truk di Pintu Exit Tol Tomang Diciduk Polisi
-
Gantungan Kunci Karakter Anime Jadi Alat Pembayaran di Jepang, Kok Bisa?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
Terkini
-
Momen Purbaya Mau Tebus Harley Davidson Sitaan Kejagung, Cita-cita Punya Moge Tapi Dilarang Istri
-
Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil
-
Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp 49,8 Triliun ke DPR
-
Ibu Dian, Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya
-
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Harga Pertamax Turun?
-
IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru
-
Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I
-
IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN
-
Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket