Suara.com - Guna mendorong pencapaian target pembangunan satu juta rumah di daerah pada 2018, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, melantik sekitar 120 pejabat perbendaharaan satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan. Para pejabat yang dilantik tersebut akan bertugas di pusat maupun di seluruh provinsi di Indonesia untuk membangun dan mengawasi pelaksanaan "Program Satu Juta Rumah" bagi masyarakat.
“Saya berharap, para pejabat perbedaharaan satker yang dilantik bisa menjalankan tugas dengan baik dan amanah. Masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan penyediaan perumahan layak huni dari pemerintah,”ujar Khalawi, saat memberikan sambutan serta pengarahan pada Pelantikan Pejabat Perbendaharaan Satker di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (10/1/2018).
Khalawi berharap, pelantikan pejabat ini bukan sekadar acara seremonial semata, tapi memiliki makna sebagai pengukuhan terhadap tugas dan amanah yang diberikan oleh negara. Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 1046/KPTS/2017 tentang Pengangkatan Atasan/ Atasan LAngsung/ Permbantu Atasan Langsung/ Kuasa Pengguna ANggaran/ Barang dan Pejabat Perbendaharaan Satker di Lingkungan Ditjen Penyediaan Perumahan.
Para pejabat yang dilantik, imbuhnya, dipilih berdasarkan hasil evaluasi kinerja yang dilaksanakan oleh pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan. Mereka akan menjadi tulang punggung dan perwakilan Kementerian PUPR di daerah dalam menjalankan Program Satu Juta Rumah.
“Para Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan yang dilantik harus memiliki semangat dan mampu berkoordinasi, serta mensinergikan kebijakan pusat dan pemerintah daerah. Bekerjalah seruai peraturan yang berlaku dan jangan main-main dengan uang rakyat, serta tetap utamakan pola hidup sederhana dalam keluarga,” tandasnya.
Menurut Khalawi, anggaran yang disediakan pemerintah untuk Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR tahun ini sekitar Rp9,7 triliun. Anggaran tersebut sebisa mungkin harus dapat digunakan untuk membangun sejumlah program penyediaan perumahan, seperti pembangunan rumah susun, rumah swadaya, rumah khusus dan penyaluran bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk rumah bersubsidi yang dibangun oleh para pengembang.
“Laksanakan tugas dengan cepat dan berkualitas. Masyarakat yang membutuhkan hunian layak huni masih cukup banyak. Oleh karena itu, pembangunan rumah yang dilaksanakan harus cepat dan berkualitas untuk mendukung Program Satu Juta Rumah di Indonesia,” harapnya.
Berita Terkait
-
KPK Sita Uang Rp 1 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Rejang Lebong
-
Periksa Saksi dari Dinas PUPR, KPK Dalami Aliran Fee Proyek 4-10 Persen ke Wali Kota Madiun Maidi
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen
-
Wakil Ketua DPRD OKU hingga Wiraswasta Ditahan KPK Terkait Suap Proyek
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam